Ada 39,3 Ton Beras Oplosan di Gudang Bulog

Ada 39,3 Ton Beras Oplosan di Gudang Bulog

SHARE

Publik-News.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggerebek tempat penyimpanan beras bulog oplosan yang tak layak dikonsumsi. Sedikitnya ada 39,3 ton beras oplosan yang sudah tercampur dengan kutu.

Aksi penggerebekan itu dilakukan  di gudang penyimpanan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan,Senin (24/7/2017).

Polisi menyebut pelaku dari beras oplosan yang diperuntukkan untuk warga miskin (raskin) itu dilakukan oleh oknum pegawai bulog.

Sementara beras yang diopolos sudah tercampur dengan beras jenis lain. Sehingga ketika didistribusikan , banyak warga miskin yang menolak dan mengembalikannya kepada bulog.

Modus lainnya, pengadaan beras tahun 2016 yang belum habis, dicampur dengan beras baru tahun 2017.

“Dugaannya sudah didistribusikan di Kabupaten Muara Enim, Empat Lawang, Pagaralam, Pali, dan Prabumulih,” kata Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto.

Setidaknya ada 3 pelaku yang sudah diamankan polisi, yakni FB (30 tahun), Kepala Gudang; AD (29 tahun), penanggung jawab pelaksana proses; dan AGM, Kepala Sub Divisi Regioala Bulog Lahat.

Polisi juga menyita 39,3 ton beras oplosan, dua unit drum modifikasi sebagai alat oplos, dua timbangan, satu mesin jahit, 25 karung beras kemasan 15 kilogram, dan 25 karung ukuran 50 kilogram.

Pelaku akhirnya dijerat dengan Pasal 62 (1) juncto Pasal 8 (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp2 miliar.(Fq)

 

 

SHARE
Comment