Ada Apa MUI Tidak Dukung Demo Soal Penistaan Agama Oleh Ahok?

Ada Apa MUI Tidak Dukung Demo Soal Penistaan Agama Oleh Ahok?

SHARE

Publik-News.com – Sekitar satu juta ummat Islam dari berbagai ormas akan turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi terkait pernistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, pada 4 November 2016 mendatang.

Meski Ahok diduga melakukan penistaan agama, Surat Al Maidah ayat 51, dan sudah dilaporkan kepada Polda Metro Jaya oleh sejumlah Ormas, namun Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin tidak mendukung rencana umat Islam untuk menggelar aksi demonstrasi meski diperbolehkan oleh Undang-Undang.

“Kita tidak mendukung adanya demo-demo, tetapi kita tidak bisa mencegah karena itu dibolehkan oleh UU. Paling MUI hanya menghimbau jangan berlaku anarkis, jangan sampai brutal, dengan akhlakul karimah, yang santun,” ujar KH. Makruf, Rabu (26/10//2016).

Jika nantinya umat Islam tetap menggelar aksi demonstrasi, KH. Makruf melarang simbol-simbol MUI tidak digunakan karena MUI sama sekali tidak terkait dengan demo-demo tersebut sebagaimana tidak ada kaitannya dengan pemanfaatan pendapat MUI tersebut untuk kepentingan pilkada.

“Saya bilang, orang MUI tidak terlibat, kalau ada orang MUI yang ikut di sana, saya nyatakan, tidak ada hubungannya dengan MUI,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, KH. Makruf juga menegaskan bahwa apa yang sudah menjadi keputusan dan direkomendasikan MUI terkait ucapan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 saat berdialog dengan warga Kepuluan Seribu, merupakan pendapat keagamaan MUI terhadap pernyataan Ahok, bukan tafsir Al-Maidah, yang setelah dikaji oleh komisi fatwa disimpulkan bahwa memang ada penghinaan terhadap Al-Qur’an atau ulama.

“MUI sudah selesai, sudah menyerahkan ke polisi. Sekarang bolanya ada di polisi. Ada ahli-ahli hukum. MUI tidak masuk ke wilayah itu. Kedua, soal desakan, MUI tidak mendesak, tetapi ormas-ormas Islam,” kata dia sambari menegaskan bahwa tidak ada perbedaan sikap antara NU dan MUI dalam kasus Ahok itu.

(Hairul)

Comment