Ada Keris dan Batu Akik Yang Disita KPK Dari Rumah Dirjen Hubla

Ada Keris dan Batu Akik Yang Disita KPK Dari Rumah Dirjen Hubla

SHARE

Publik-News.com – KPK sudah menggeledah empat lokasi terkait kasus suap yang melibatkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono.

Salah satu lokasi yang digeledah pada Jumat malam (25/8) adalah rumah dinas Tonny yang berada di Mess Perwira Ditjen Hubla di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Penyidik menemukan beberapa senjata tajam

“Sekitar lima buah keris, satu tombak, lebih dari lima jam tangan dan sejumlah batu akik dengan ikatan yang diduga emas kuning dan putih,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (26/8/2017).

Barang itu disita karena adanya dugaan hasil dari gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan Tonny

“Selanjutnya akan dilakukan penilaian. Sebelumnya sejumlah uang dalam 33 tas sejumlah lebih dari Rp 18 M yang ditemukan saat OTT juga diduga sebagai gratifikasi,” katanya.

Febri mengingatkan pejabat dan PNS agar menolak pemberian gratifikasi dalam kesempatan pertama. Hal ini untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

“Jika memang dalam kondisi tertentu tidak dapat menolak, misalnya: diberikan secara tidak langsung, maka wajib dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lama 30 hari kerja sesuai aturan di Pasal 16 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK,” katanya.(Fq)

SHARE
Comment