Home Nasional Ahmad Dhani: Penangkapan Seperti PKI

Ahmad Dhani: Penangkapan Seperti PKI

Publik-News.com-Musisi Ahmad Dhani angkat bicara perihal penangkapannya oleh Polda metro jaya pada jumat dini hari, 2 Desember 2016 di Hotel Sari Pan Pacific,. Dhani disangka atas dugaan melakukan penhinaan terhadap Presiden dan dijerat dengan pasal pasal 207 KUHP.

Dhani menjelaskan, perihal penangkapannya yang digiring ke ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, polisi memberikan pertanyaan seputar jumpa pers pada 1 Desember yang saat bersama dengan Rachmawati Soekarnoputri.

“Penangkapan seperti penangkapan PKI-lah, seru,” kata Dhani di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu, 3 Desember 2016.

Dhani juga membantah atas tuduhan akan melakukan jelang demo 2 desember. Menurut Dhani, yang direncanakan bersama dengan teman aktivis lainnya hanya menuntut Basuki Tjahaja Purnama alisa Ahok untuk dipenjara.

“Enggak ada (makar). Saya jawab yang disiarkan waktu itu adalah demo di Gedung DPR berkaitan dengan tuntutan, nomor satu, penjarakan Ahok dan, nomor dua, kembalikan ke UUD 45 dari GNS NKRI. Posisi saya di dalam kegiatan tersebut adalah seperti yang sudah saya jumpa pers waktu itu sama MNC TV di tanggal 1. Saya menjaga kedua wanita¬†iconic¬†menurut saya, yaitu Ibu Rachmawati sebagai anak dari Soekarno dan Ibu Lily (Wahid),” kata bos Republik Cinta Management itu.

Mantan suami Maia Estianty itu memastikan tidak akan ada lagi pemeriksaan karena polisi sudah menetapkannya sebagai tersangka. Dia juga menjelaskan terkait penghinaan presiden saat orasi demo 411.

“Saya jawab bahwa itu adalah himbauan kepada masyarakat meskipun hati panas tidak boleh. Sudah ya,” katanya.

Sebelumnya, pada jumat dini hari, (2/12) Polda Metro Jaya menangkap sepuluh aktivis atas dugaan makar. Mereka adalah Ahmad Dhani, Eko, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Polisi menjerat mereka dengan dua pasal yang berbeda, sebagian dijerat dengan UU ITE dan sebagiannya lagi dikenakan pasal makar yang ancamannya bisa dihukum seumur hidup.

Namun, pada sabtu dini hari, (3/12), Polisi melepaska lima orang. Mereka antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein, dan Ahmad Dhani. Sementara lima tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan. (faruq)

 

 

 

 

 

Comment