Airlangga Diminta Hati-Hati Menyusun Pengurus Golkar

Airlangga Diminta Hati-Hati Menyusun Pengurus Golkar

SHARE

Publik-News.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Syamsul Rizal minta Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto hati-hati memilih pengurus. Pasalnya, masih banyak sosok terindikasi kasus hukum yang kini berebut menjadi pengurus dan mengelilingi Airlangga Hartarto.

“Kami minta Ketum Airlangga Hartarto lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan terhadap orang-orang sekitarnya yang jelas menurut kami selain terindikasi korupsi juga bagian dari perusak nama besar Partai Golkar selama ini,” ujar Syamsul Rizal melalui pesan tertulis, Jumat (19/1/2018) di Jakarta.

Syamsul mengingatkan hal tersebut guna mendukung keinginan Airlangga Hartarto mewujudkan Golkar Bersih. Dia juga minta Ketua Umum DPP Partai Golkar itu perlu takut melawan kelompok status quo didalam tubuh Partai Golkar yang masih terus berada dalam dan bisa menjerumuskan parpol ini.

“Airlangga Hartarto dalam mengambil keputusan politik harus berhati-hati. Jika kemarin dalam kasus SN, Golkar mengalami badai politik, maka saat ini kedepan akan diperhadapkan dengan tsunami politik jika tidak berhati-hati dalam mengimplementasikan Golkar Bersih,” papar Syamsul.

Syamsul mengungkapkan ada beberapa orang disekeliling Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto yang jelas-jelas terindikasi korupsi bahkan ada dalam dakwaan Kasus E-KTP. Oleh sebab itu dia minta Airlangga Hartarto hati-hati dalam bertindak maupun menerima masukan dari orang-orang bermasalah ini.

“Konon dilindungi oleh dua oknum petinggi KPK bahkan ada yang di lindungi oleh oknum hakim MA. Ingat bahwa dalam negara hukum, para pelanggar hukum hanya dapat dilindungi dengan kepastian hukum bukan karena kedekatan atau bargaining politik,” papar Syamsul.

Syamsul mengatakan dalam waktu dekat GMPG bersama LSM akan membeberkan ke publik guna membongkar beberapa kasus korupsi yang merugikan negara. Diantaranya adalah kasus pengemplangan pajak, kasus PGN, kasus kredit macet, kasus korupsi PON dan Hambalang, keterlibatan oknum Partai Golkar saat ini dalam kasus E-KTP, sindikat pemain anggaran APBN di DPR RI.

“Kami akan menjalankan tugas kami sebagai sosial kontrol dengan validitas data yang otentik,” papar Syamsul.

“Sekali lagi spirit Golkar Bersih adalah cita-cita utama kami berjuang membersihkan Partai Golkar dari para lintah politik dan benalu politik ditubuh Partai Golkar. Dipastikan kami juga akan melibatkan beberapa komponen bangsa termasuk Presiden Jokowi, keluarga besar Partai Golkar dan para senior Golkar lainnya,” tukasnya. (Ts/PN).

 

SHARE
Comment