Home Hukum Aksi Heroik Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 71.982 Ekor Baby Lobster

Aksi Heroik Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 71.982 Ekor Baby Lobster

Publik-News.com – Bea Cukai bersinergi dengan Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM) dan Bareskrim Mabes Polriberhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (baby lobster) sebanyak 71.982 ekor dalam 193 bungkus kemasan di terminal Keberangkatan 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada tanggal 22 Februari 2018.

Baby lobster tersebut berjenis pasir dan mutiara, serta disembunyikan dalam empat buah koper dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp14,4 miliar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta pada hari Jumat tanggal 23 Februari 2018, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyatakan kronologi penangkapan, yang diawali dari informasi masyarakat.

“Saat pemeriksaan awal, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan pengecekan terhadap bagasi penumpang, namun tidak menemukan barang bukti. Kemudian, petugas Bea Cukai melakukan analisis mendalam dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan bagasi yang telah dimuat di lambung pesawat dan barang bawaan penumpang yang berada di kabin pesawat. Berkat kejelian petugas, berhasil ditemukan empat koper yang berisi baby lobster di pesawat Lion Air JT 0162 tujuan Singapura,” jelasnya.

Setelah ditemukan barang bukti, kemudian dilakukan pengamanan terhadap pemilik bagasi yang sudah berada di dalam pesawat, termasuk pengendali jaringan tersebut. Saat ini, barang bukti dan empat orang kurir, yaitu YYA, AJ, PF, MRW serta seorang pengendali berinisial PMW sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Bareskrim Mabes Polri.

Pada hari yang sama, petugas Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura II juga melakukan penangkapan baby lobster sebanyak 1 koper yang berisi 14.507 ekor dalam 32 kantong di security check point I Terminal 2D Keberangkatan Internasional. Dari hasil pemeriksaan, barang tersebut juga akan dibawa dengan pesawat yang sama, yakni pesawat Lion Air JT 0162 tujuan Singapura dan ditaksir nilai barang sebesar Rp2,9 miliar. Barang bukti dan pelaku berinisial MRB saat ini telah diamankan di Kantor Balai Besar KIPM.

Sri Mulyani menambahkan, benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.) dan rajungan (Portinus Pelagicus spp.) dari wilayah Republik Indonesia.

Para pelaku terancam hukuman sesuai pasal 102A huruf a Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kepabeanan, bahwa setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah).

“Pemerintah berkomitmen untuk terus konsisten menjaga kekayaan laut Indonesia dari tindakan eksploitasi yang berlebihan di laut Indonesia, yang bisa mengakibatkan semakin menurunnya tangkapan nelayan. Terkait hal ini, Bea Cukai, dengan Polri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, akan terus bersinergi dan bergerak bersama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan sustainability biota laut Indonesia,” tegas Sri Mulyani. (PN).

Comment