Aldwin Rahadian Nilai Pasangan Demiz-Demul Mampu Membawa Jabar Lebih Baik

Aldwin Rahadian Nilai Pasangan Demiz-Demul Mampu Membawa Jabar Lebih Baik

SHARE

Publik-News.com – Di tengah begitu cepatnya dinamika menjelang pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Pilkada 2018, akhirnya Warga Jawa Barat mendapatkan salah satu opsi pasangan serasi yaitu Dedi Mizwar (Demiz) dan Dedi Mulyadi (Demul) yang hampir pasti ikut berlaga menjadi calon pemimpin di Provinsi berpenduduk lebih dari 46,4 juta jiwa ini.

Sebagai salah satu provinsi terbesar (terdiri dari 26 Kabupaten/Kota) dan strategis di Indonesia, Jabar harus dipimpin pasangan yang sudah berpengalaman mengelola pemerintahan baik di provinsi maupun di kabupaten/kota.

Salah satu Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Jabar Aldwin Rahadian mengungkapkan, potensi Jabar sangat luar biasa tetapi tantangan mengembangkannya juga tidak kalah berat. Oleh karena itu sudah saatnya, Jabar dipimpin oleh pasangan yang sudah teruji berhasil di level provinsi dan di level kabupaten/kota dan syarat itu dipenuhi oleh Demiz dan Demul.

“Bagi saya kedua bukan hanya pasangan serasi, tetapi juga menjadi jaminan membawa Jabar meleset ke arah yang lebih baik lagi dari sekarang,” tukas Aldwin di Kota Bandung (6/1/2018).

Aldwin mengungkapkan, wajah Provinsi Jawa Barat sangat ditentukan dari gerak laju dan kemajuan 26 Kabupaten/Kota yang ada di dalamnya. Kemampuan gubernur dan wakil gubernur mendorong dan membuka jalan bagi kabupaten/kota mengembangkan potensi dan meretas berbagai tantangan di daerahnya masing-masing menjadi kunci bagi kabupaten/kota untuk bisa berlari lebih kencang membangun kesejahteraan warganya masing-masing.

“Wajah Jawa Barat itu ‘dilukis’ dari daerah-daerah. Kita butuh gubernur/wakil gubernur yang mampu cepat menyediakan ‘kanvas, kuas, dan cat’ agar kabupaten/kota dengan potensinya masing-masing bisa ‘melukis dirinya dengan indah’. Demiz yang sudah pasti berpengalaman di level provinsi dan Demul yang prestasinya tak diragukan lagi memajukan Purwakarta akan menjadi dirigen yang mampu mengharmonikan Jabar sehingga lebih maju,” ujar Aldwin yang juga Praktisi Hukum ini.

Menurut Aldwin, tidak dapat dipungkiri salah satu tantangan terbesar pengelolaan sebuah daerah di era otonomi di Indonesia adalah koordinasi yang efektif dan konstruktif antara Provinsi (gubernur/wakil gubernur) dengan Kabupaten/Kota (bupati/walikota).

“Provinsi harus mampu memastikan penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/kota berjalan efektif, efisien, berkelanjutan, dan berorientasi kepada pelayanan publik. Demiz dan Demul sudah mempraktikkan peran ini di posisinya masing-masing sehingga jika mereka terpilih, bisa langsung bekerja,” pungkas Aldwin. (RF/PN)

SHARE
Comment