Home Opini Ancaman Dari Selatan

Ancaman Dari Selatan

Beberapa bulan ke depan, Amerika akan merampungkan deployment terbesar pesawat tempur ke Australia. Jet tempur F-22 Raptor dan 1.250 US Marinir akan ditempatkan di Pangkalan Militer Tindal, Darwin. Termasuk 4 Osprey rotor, 5 helikopter Super Cobra dan 4 Huey helicopter.

Ngeri, Uncle Sam menempatkan the deadliest fighter jet F-22 Raptor tepat di depan Indonesian’s backyard. Jumlahnya dirahasiakan.

Satu-satunya pesaing F-22 Raptor adalah Chendu J-20 Fighter Jet buatan China. Namun, produksi J-20 baru akan dilakukan tahun 2018. Kemampuan persisnya tidak diketahui. Namun, banyak analist menduga J-20 di atas F-35 Joint Strike Fighters.

Bisa diduga, manuver militer USA ini adalah respon dari penetrasi agresif Tiongkok di Lait China Selatan.

Admiral Harry Harris, Komandan Pasific Command, terbuka menyatakan, “the Indo-Asia-Pacific economic miracle is coming under pressure from revisionist powers (Russia and China)”.

Pengaruh China semakin nyata di Indonesia beberapa tahun belakangan. Tahun 2016, RRT dan RI membangun kerja sama cyber security. Pola diktatorial gaya China terasa di Indonesia. Freedom of speech dibatasi. Kolone kelima dimainkan segolongan taipan. Ibukota dipimpin seorang etnik Tionghoa. Dibela abis-abisan oleh rezim.

Penempatan super jet F-22 Raptor dan mobilitas tentara sedemikian besar di Utara Australia merupakan ancaman militer bagi Indonesia. Di sisi lain, Singapura sedang menunggu kedatangan jet tempur F35.

Pemerintah tampak santai-santai aja menghadapi situasi ini. Pembelian 8 unit Sukhoi SU35 tersendat. Sementara Vietnam sudah punya 5 unit kapal selam type Kilo dan 24 unit jet tempur Sukhoi Su27/30. Jakarta masih sibuk membela penista agama. Sibuk cari-cari cela. Berhayal rakyat tolol dan tidak paham permainan. Dana besar habis membiayai aksi para pencari nasi bungkus, sumpel media, beli harga diri kaum intelektual pelacur.

Tampaknya para penguasa ini asyik sendiri. Ngga sadar, Indonesia dalam jangkauan jet-jet tempur USA. Pangkalan Surabaya dan Timika menjadi open field. Kepentingan Amerika tertekan dengan tendensi menguatnya pengaruh Beijing di Indonesia. Infiltrasi China di Sudan menyebabkan 300 ribu orang tewas. Dikenal sebagai Konflik Darfur. Jangan sampe Indonesia dijadikan Darfur kedua.

Oleh: Zeng Wei Jian

Comment