Ancaman Krisis Pangan Semakin Dekat

Ancaman Krisis Pangan Semakin Dekat

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto menilai ancaman krisis pangan sudah semakin dekat. Pemerintah harus melakukan inovasi yang bisa mencegah krisis atau setidaknya menghambat laju krisis.

“Ancaman krisis pangan sudah semakin dekat, tanda-tandanya sudah tampak, diantaranya semakin sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan, semakin sulitnya mencari lahan baru untuk tanaman pangan dan semakin tidak terkendalinya pertumbuhan penduduk,” ungkap Hermanto melalui pesan singkatnya.

Menurutnya, krisis bisa dicegah atau setidaknya bisa dihambat lajunya dengan inovasi, Inovasi di bidang sains dan teknologi. Sebut saja Teknologi terapan Instore Dryer sebagaimana yang ada di kawasan Perbenihan dan Bioindustri Bawang Merah di Jorong Koto, Nagari Sei Nanam, Kecamatan Lembah Gumati, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, yang baru diresmikan pada Sabtu (11/11) lalu. Ini merupakan salah satu inovasi.

“Dengan Instore Dryer, proses pengeringan bisa berlangsung lebih cepat. Semula dibutuhkan waktu dua puluh hari. Kini dengan teknologi tersebut, hanya butuh lima hari saja”, paparnya.

Ditambahkannya, kemajuan pertanian tergantung pada litbang (penelitian dan pengembangannya). Litbangnya maju maka pertanian juga maju. Litbang harus didorong agar melakukan riset dan pengembangan sesuai kebutuhan sektor pertanian. “Outputnya harus aplikatif. Berorientasi pada teknologi terapan,”ujar Politisi dari Fraksi PKS ini.

Mengutip sambutan Bupati Solok, Sumater Barat yang notabene merupakan daerah pemilihan Hermanto, dikatakannya bahwa daerah tersebut dicanangkan sebagai sumber bibit bawang merah untuh Pulau Sumatera.

Saat ini ada sekitar tujuh ribu hektar lahan bawang Merah. Pada Tahun 2019 Menteri Pertanian berharap agar wilayah tersebut memiliki kawasan bawang merah seluas sepuluh ribu hektar,”pungkasnya. (DPR/PN)

SHARE
Comment