Andrianto Ingatkan Megawati Soal Kekalahan Foke, Dany Setiawan dan Bibit Waluyo

Andrianto Ingatkan Megawati Soal Kekalahan Foke, Dany Setiawan dan Bibit Waluyo

SHARE

Publik-News.com – Meski popularitas dan elektabiltas Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok tertinggi, hal itu bukan jaminan dia bakal terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Inisiator Koalisi Perbaiki Jakarta Tanpa Air Mata (KOPAJA) Andrianto mengingatkan tumbangnya sejumlah calon incumbent. Andrianto mencotohkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli yang berhasil ditumbangkan pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012 silam.

“Berkaca yang lalu Foke juga petahana yang didukung partai pemenang dengan Presiden (SBY) di belakangnya. Dengan electabilitas yang tembus 70 % seakan kemenangan sudah d tangan. Bahkan seorang surveyor andal sekelas Deny JA dengan jumawa berkata: Foke akan menang satu putaran,” ujar Andrianto kepada publik-News.com, Jumat (19/8/2016).

Pada Pilkada DKI 2012 silam itu, Foke dianggap lebih berpengalaman dibanding pasangan Jokowi-Ahok. Foke sebagai orang yang berkarat dibirokrasi. Dia 30 tahun berkarir di Pemda DKI. Tak sampai di situ, Foke, kata Andrianto, juga merupakan Ketua NU DKI, Ketua DMI, Ketua Pramuka DKI dan lain-lain. Namun, sederet pengalaman dan jabatan yang disandang Foko, itu tak membuat pasangan Foke-Nara menjadi pemenang Pilkada.
“Foke lebih komplit dari Ahok sekarang. Bilamna Ahok diusung PDIP pun tentu kontestasi belum berakhir,” pungkasnya.

Selain menyebut Foke, Andrianto juga mengatakan masih ada calon Petahana yang berhasil disingkirkan oleh rival politiknya. Misalnya, kata Andrianto, dikalahkannya Dany Setiawan oleh Ahmad heryawan pada Pilkada Jawa Barat 2018 silam dan tersungkurnya Bibit Waluyo oleh Ganjar pranowo pada Pilada Jateng 2013 silam.

“Apalagi bila petahana cuman bermodal elektabilitas yang di bawah form (Ahok cuman 39 persen: itupun bila tidak di mark up),” katanya.

Menurut Andrianto, beberapa fakta di atas tentu akan menjadi perhitungan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP yang hingga saat ini masih belum menentukan Cagub. Meski sebagai petahana, Ahok, kata Andrianto, bukan cagub Ideal. Selama ini, Ahok dikenal sebagai seorang kutu loncat dengan jejak hitam sebagai Gubernur yang dianggap tukang gusur serta tersandung perkara hukum serius mis Korupsi Sumber waras, Reklamasi, Cengkareng dan lain-lain.

“Justru yang menarik ditunggu bakal munculnya kandidat yang muncul dengan momentum yang tepat. Nampaknya Megapun akan berhitung soal ini,” tutup Andrianto sambari berujar bahwa nama Rizal Ramli layak diperhitungkan.
(Hurri Rauf)

Comment