Andrianto: Perolehan Suara Parpol Pendukung Ahok Akan Tergerus di Pilkada 2018 dan...

Andrianto: Perolehan Suara Parpol Pendukung Ahok Akan Tergerus di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

SHARE

Publik-News.com – Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, memprediksi affect kekalahan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta akan membuat partai pendukungnya semakin ditinggalkan rakyat.

Sebab, partai pendukung Ahok, seperti PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PPP tak menerima apa yang menjadi aspirasi masyarakat dalam Pilkada DKI. Maka itu, kata Andri, kemungkinan besar pemilih partai pendukung Ahok ini akan pindah pilihan dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang akan datang.

“Saya berkeyakinan parpol pendukung Ahok akan mendapatkan hukuman dari rakyat dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Karena stempel Ahok sang penista agama bisa jadi beban parpol pendukungnya,” ujar Andri.

Hal tersebut disampaikan Andi usai acara diskusi bertajuk “Effect Ahok: Prediksi Politik Indonesia 2019” di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017). Diskusi ini diselenggarakan oleh Persatuan Pergerakan

Menurut Andri, rakyat tak akan melupakan menuver partai pendukung Ahok. Apalagi, tuntutan rakyat untuk mendapatkan keadilan tak didengar dan diabaikan partai pendukung Ahok.

“Yang terpatri dibenak masyarakat adalah rasa keadilan dimana Ahok mendapatkan privilege dari penguasa. Hal ini bisa menggerus kepercayaan publik yg bila tdk d manage dapat menjdi kerawanan sosial. Ujungnya rakyat bisa jadi melakukan pembangkangan sosial dalam jangka pendek dan demosi rakyat dalam jangka panjng

Lebih lanjut, Andri mencontohkan affect Ahok pada kekalahan Rano Karno pada Pilkada Banten. Padahal Rano Karno merupakan cagub petahana dan didukung oleh PDIP, sebagai partai pemenang Pemilu 2014 silam.

Namun, dukungan PDIP ini tak dapat memenangkan Rano Karno. Ahok terkena kasus penodaan agama yang menjadi perhatian luas publik Indonesia dan sangat sensitif bagi pemilih di Banten yang mayoritas muslim.

“Kami berkeyakinan akan ada efek kurang bagus terhadap elektoral partai-partai pendukung Ahok pada pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Termasuk partai Islam seperti PKB dan PPP yang di putaran kedua mendukung Ahok, menurut saya keputusan yang keliru,” kata Andri. (RF)

SHARE
Comment