Anggaran KPK dan Polri Mau Diboikot, Yang Diuntungkan Itu Koruptor

Anggaran KPK dan Polri Mau Diboikot, Yang Diuntungkan Itu Koruptor

SHARE

Publik-News.com – Pansus Angket mengancam akan membekukan anggaran untuk KPK dan Polri tahun depan jika tidak menghadirkan Miryam S Haryani. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan apabila hal itu benar adanya, maka yang diuntungkan nantinya adalah koruptor.

“Jika anggaran KPK dibekukan, sehingga tidak dapat bekerja maksimal, maka tentu pihak yg paling diuntungkan adalah para koruptor. OTT tidak mungkin lagi bisa dilaksanakan kalau anggaran dibekukan,” ujar Febri ¬†melalui keterangan tertulis, Rabu (21/6/2017).

Menurutnya, ancaman pemboikotan anggaran ini nantinya akan menghambat kinerja KPK dalam mengusut kasus korupsi besar seperti e-KTP dan BLBI. Selain itu, penegakan hukum di institusi kepolisian juga akan menjadi terhambat.

“Jadi memang tidak mungkin akan ada yang senang dengan pembekuan anggaran lembaga penegak hukum kecuali pihak-pihak yang ingin kejahatan tidak dibasmi sehingga penegak hukum tidak bisa bekerja,” tegas Febri lagi.

Maka itu, KPK menolak menghadirkan Miryam di angket karena KPK sudah memilah betul mana hukum dan politik. Disamping itu, KPK sudah menyampaikan surat terkait penolakan itu berikut dengan penjelasannya.

“Kami harap, segala tindakan yang kita ambil bisa dilakukan dengan pertimbangan akal sehat dan ketenangan jiwa dalam bernegara. Aturan-aturan hukum tentu harus dihormati,” pungkasnya.¬†(Fq)

 

SHARE
Comment