Home Agama Anggota DPR Prihatin Jika Materi Khotbah Disusun Bawaslu

Anggota DPR Prihatin Jika Materi Khotbah Disusun Bawaslu

Publik-News.ccom – Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i menilai, rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatur materi dakwah jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 terlalu berlebihan.

Menurutnya, langkah tersebut mengada-ngada. Pasalnya melarang isi kutbah di tempat beribadah merupakan sesuatu hal yang mustahil.

“Bahwa mereka melarang pemuka agama untuk cerita di khotbah-khotbah itu sesuatu yang mustahil,” kata Muhammad Syafi’i di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/1/2018).

Menurutnya, larangan isi khotbah menyinggung soal Pilkada atau Pemilu hal yang sulit dihindari. Alsannya, kata dia, isi ceramah biasanya selalu mengikuti hal-hal aktual yang terjadi di masyarakat.

“Tidak mungkin tidak dilakukan oleh tokoh agama manapun, kenapa, karena agama itu mengatur semua kehidupan apalagi hal-hal aktual yang terjadi di masyarakat. Jadi kalau di masyarakat sedang terjadi masalah persoalan narkoba misalnya pasti pengkhotbah cerita narkoba, kemudian apabila di masyarakat sedang pemilu dia akan cerita pemilu, kemudian apabila mereka dilarang itu terlalu mengada-ngada dan terlalu berlebihan,” kata politikus yang akrab disapa Romo itu.

Anggota Komisi III DPR ini pun meminta Bawaslu kembali kepada tugas pokok fungsi (Tupoksi) dan tidak membuat tindakan yang menyalahi wewenang yang telah diberikan.

“Bawaslu kembali kepada tupoksinnya saja jangan abuse of power, bawaslu punya pemahaman apa sih, apa ada kriteria pemahaman agama untuk menjadi anggota Bawaslu, kalau nggak ada jangan ikut campurlah urusan internal di Gereja dan di Masjid masjid, biarkan saja yang penting dalam keseharian mereka tidak ada masalah,” pungkasnya

Comment