Anggota Komisi IX DPR RI : Kenaikan Harga Rokok Harus Dibarengi dengan...

Anggota Komisi IX DPR RI : Kenaikan Harga Rokok Harus Dibarengi dengan Upaya Edukasi

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat mendukung penuh jika pemerintah menaikkan harga rokok Rp 50 ribu perbungkus. Menurut dia, jika nantinya pemerintah mengeluarkan peraturan, maka kebijakan itu harus sesuai dengan semangat untuk mengendalikan konsumsinya, terutama kepada anak-anak dan masyarakat ekonomi ke bawah.

Menurut Adang, selama ini rokok memberikan kontribusi besar pada penyakit kanker, penyakit jantung, dan tingginya beban kesehatan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah menampilkan peringatan bahaya rokok di setiap bungkus roko itu sendiri. Namun sayang, kata dia, peringatan pemerintah tersebut tidak berpengaruh terhadap konsumen untuk mengurangi mengkonsumsi rokok.

“Peringatan itu tidak mempan. Maka perlu kebijakan tajam agar pengendalian rokok dilakukan pada masyarakat yang begitu akut akan konsumsi rokok,” ujar Adang.

Dengan mengabaikan faktor kesehatan tersebut, Adang menilai portofolio keluarga Indonesia akan semakin buruk. Menurutnya, rendahnya ilmu pengetahuan generasi muda, akan dibarengi dengan kondisi mal nutrisi atau stunting (bayi pendek).

“Generasi muda Indonesia, jika lemah pendidikan dan kesehatannya, maka bonus demografi negara ini akan hilang dengan percuma,” katanya.

Oleh karena itu, tambah Adang, Fraksi PKS mendorong agar pemerintah mengeluarkan instrumen kebijakan yang komprehensif. Instrumen kebijakan menaikan cukai rokok ini, jelas Adang, harus dibarengi dengan upaya edukasi masyarakat untuk menghilangkan kecanduan akan rokok.

“Yaitu, dengan cara mengoptimalkan pusat-pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik-klinik atau pelayanan kesehatan lainnya dengan adanya insentif kesehatan khusus untuk pecandu rokok, yang sumber dananya bisa diambil dari kenaikan tarif cukai hasil tembakau tersebut,” cetusnya.

(Taufik)

SHARE
Comment