Apa Hubungan Ernst & Young dan Sri Mulyani?

Apa Hubungan Ernst & Young dan Sri Mulyani?

SHARE

Firma Ernst & Young bukan sembarang perusahan. The big four raksasa konsultan keuangan global. selain Deloilite, Price Waterhouse Cooper dan KPMG. Guritanya ke 150 negara di dunia.

Markas besarnya di London ibukota Britania Raya. Kota masa old yang abadi sebagai pusat transaksi keuangan dunia. Sejarah firma ini jauh ditarik ke tahun 1849 sudah jelang dua abad.

Meski jumbonya ketika merger tahu 1989 antara Ernst & Whiney dan Arthur Young & Co. Sejak 2013 brandnya EY “Building A Better Working World”.

Nah EY sudah lama beroperasi di Indobesia banyak perushan jadi kliennya : Telkom, Krakatau steel, BRI dan lain-lain.

Nah kalau EY jadi sorotan kali ini tidaklah terlepas dari kedekatan dengan Sri Mulyani , Menkeu yang baru saja di daulat menjadi menteri terbaik oleh World Goverment Summit, sebuah gelar yang bikin dahi berkerut.

Ada dugaan EY bermain untuk endorse SMI ke level global. Karna selain jasa konsultan EY punya pengaruh besar terhadap loby-loby ke lembaga multi nasional semacam World bank, IMF dan lain-lain..

Ada rumors bila tidak lewat EY jangan harap di bukakan pintu ke lembaga kreditur tersebut.

Gelar SMI sudah biasa sebagai pencitraan di lingkungan finance community. Faktanya SMI eks petinggi d World Bank dan IMF.
Sehingga gelontoran hutang makin deras di era now (sudahhmencapai 4000-an triliun).

Sehingga APBN sudah didominasi oleh utang, tak hanya defisit, APBN kita sudah dalam posisi defisit keseimbangan primer.
Berutang baru untuk bayar bunga utang lama..

Lantas gimana kita menyikapi Hutang yang bebani anak cucu??..

Yah tiada lain harus ada keterputusan (cuut of) terhadap lembaga renternir (Wb & imf).
Caranya dengan memutus mata rantai EY di Indonesia.

Lakukan Audit menyeluruh terhadap EY dan kick out dari tanah air kita.

Sebelum terlambat pola Boediono di pilpres 2009 akan terulang dengan SMI sebagai kontestannya di Pilpres 2019.

Oleh: Andrianto SIP

(Penulis adalah Aktivis Pergerakan)

SHARE
Comment