Home Hukum Arah Penyelesaian Kasus Buni Yani Belum Jelas

Arah Penyelesaian Kasus Buni Yani Belum Jelas

Publik-News.com – Kasus Buni Yani, tersangka dugaan penghasutan bernuansa SARA sampai saat ini belum jelas jantrungnya. Betapa tidak, berkas penghasutan bernuansa SARA sudah dua kali ditolak oleh Kejaksaan karena lemah untuk dipersidangkan.

Ketua Tim Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan kliennya diperlakukan tidak adil. Dan penegakan hukum tanpa keadilan dianggap berbahaya. Kendati demikian, Aldwin sebagai kuasa hukum mengaku akan terus berikhtiar untuk memperjuangkan agar kliennya mendapatkan keadilan.

“Kami menyadari sangat berat yang harus kami hadapi agar Buni Yani mendapat keadilan. Tetapi kami akan terus berikhtiar. Hari ini kita ke Komnas HAM, Ombudsman, dan Presiden untuk menujukkan ketidakadilan yang dialami klien kami, Pak Buni Yani,” tukas Ketua Tim Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, di Jakarta (26/2/2017).

Aldwin mengungkapkan, penetapan tersangka kepada kliennya dianggap tidak berdasar karena karena tidak ada satupun pihak yang melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada pihak Kepolisian dan saksi pelopor di Pengadilan yang menjadikan postingan facebook Buni Yani sebagai alasan mereka memperkarakan Ahok.

Dikatakan Aldwin, apa yang dialami Buni Yani adalah, sebuah kondisi yang sudah tidak normal dan sebuah proses tidak adil bagi seorang warga negara yang oleh Kepolisian sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi berkas perkaranya dianggap tidak layak dilanjutkan ke pengadilan.

“Pandangan kami penetapan tersangka Buni Yani sangat dipaksakan. Keyakinan itu kini semakin menguat karena Kepolisian seperti kehilangan arah menindaklanjuti kasus ini. Untuk itu kami mengadu Komnas HAM, Ombudsman, dan Presiden. Kami yakin keadilan bagi Buni Yani akan menemui jalannya dan kami akan terus telusuri jalan itu,” ungkap Aldwin

Aldwin yang Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia Provinsi DKI Jakarta ini, menambahkan bahwa kesalahan terbesar Buni Yani adalah berani mengkritik seorang pejabat publik yang omongannya berpotensi menyinggung keyakinan orang lain.

“Andai saja Buni Yani sosok yang suka memuji kekuasaan, nasibnya tidak akan seperti ini. Mungkin bisa seperti Ade Armando yang sudah jadi tersangka, tetapi kemudian kasusnya dihentikan,” sindir Aldwin. (HR)

Comment