“Asli Jawane Asli Enak’e” Tumbuh di Perumahan Harvest City

“Asli Jawane Asli Enak’e” Tumbuh di Perumahan Harvest City

SHARE

Publik-News.com – Suasana komplek perumahan Harvest City, Cileungsi, Bogor, mendadak menjadi sepi. Karena, kala itu tepat jam menunjukkan sekitar pukul 17:10 WIB. Tapi, ada beberapa orang yang yang masih terlihat melitas di arena komplek. Sebagian warga lainnya yang tinggal di dalam komplek masih melakukan aktivitas.

Itu terlihat dari aktivitas beberapa orang yang berada di rumah Cluster Diantus Blok DA 04. No. 6, Cileungsi. Rumah ini ternyata sekaligus dijadikan lahan bisnis. Dilihat dari jarak kejauhan, rumah ini tak terlihat sebagai tempat usaha untuk mencari rejeki. Maklum, ada sebuah pohon yang menjadi penghalang mata untuk melihat aktivitas pemilik rumah dari jarak keajauhan.

Tapi, jika ditelusuri lebih dekat rumah ini ternyata dijadikan tempat usaha bisnis kuliner oleh Inawati. Dia mulai merintis “bisnis rumahan” sejak tahun 2012 silam. Perempuan yang lahir pada 13 Juli 1986 Magelang, Jawa Tengah, ini tak ingin menyia-nyiakan waktu. Dia bertekad menyulap rumah orang tuanya menjadi rumah makan Pawone Cinsca.

Modal yang dikeluarkan Ibu dari satu anak untuk merintis rumah makan Pawone Cinsca ini tidak terlalu besar. Hanya Rp 8.000.000, an. Duit ini dibelikan sebuah sebuah gerobak berikut alat masaknya. Ina yakin niat, doa dan kerja kerasnya bakal membuahkan hasil. Ini terbukti ketika rumah makan Pawone Cinsca mulai dikenal masyarakat di bulan kelima.

“Alhamdulillah yah, Alhamdulillah lancar banyak yang beli. Sebelum-sebelumnya masih Rp 400 ribu sehari dan Rp 600 ribu sehari gitu. Sekarang sudah 1 jutaan lebih,” kata Ina sambari duduk dengan tersenyum.

Ina mengaku sempat ragu mendirikan usaha kuliner karena pertimbangan dari kedua orang tuanya. Dimana saat itu, ayahandanya yang masih berkerja di sebuah perusahaan, mengaku khawatir dagangannya tidak laku. Namun dengan segala pertimbangan, Ina mencoba meyakinkan orang tuanya. Apalagi, ibunda Ina memiliki hobi dan potensi memasak berkualitas.

“Akhirnya bapak sama Ibu mau nyoba. Bapak keluar dari kerjanya. Mereka (Bapak-Ibu) berdua setel disini, kita mulai beli gerobak satu. Itu sama ini neh,” tutur Ina.

Beragam cara yang diupayakan Ina untuk memasarkan produk kulinernya. Selain memasarkan lewat media sosial, seperti facebook, twitter, dan instragram, Ina juga mendatangi kantor-kantor perusahaan. Ina juga membuat selebaran daftar harga menu. Paket delivery order juga tak diabaikan. Ada ciri khas dan menu andalan berkualitas, seperti Mie Godok dan Sambal kemasan, yang membuat Ina tidak takut bisnisnya disaingi, termasuk oleh warga yang berada di komplek Perumahan Harvest City.

“Menu andalannya Mei godok itu sih andalanya sama sambelnya sih yang khasnya disini. Jadi orang kalau beli di sini, makan sambel kayak gini ada yang sisa biasanya meraka minta di bungkus bawa pulang terus sama tambah nasi biasanya,” kata Ina.

Rumah makan Pawone Cinsca ini, kata Ina, biasanya cukup rame di siang hari, terutama saat waktu istirahat kantor. Maklum, selain harganya cukup terjangkau, kualitas menu hasil masakan Ibundanya dan dibantu salah seorang karyawan lepas, juga membuat konsumen ketagihan. Ramainya pengunjung terkadangan membuat pelayan yang berada di warung kewalahan. Apalagi, halaman parkir yang berada di depan rumah makan itu, menurut Ina, terkadang over kapasitas.

“Biasanya motornya banyak di sini depan warung kalau pas lagi rame. Rame banget itu iya. Makan siang biasanya dari jam 12.00-16.00 itu rame banget. Yang makan orang-orang kantor. karena di sini ada Marketing office Harface. Marketing kan merka pada suka ke sini. Banyak banget ini, penuh ini kalau jam makan siang. Tadi siang ini habis ngambil video juga rame,” tutur Ina.

Rumah Makan Pawone Cinsca ini juga menyediakan catering acara ulang tahun, arisan, manasik maupun acara kantor lainnya. Harga yang dipatok dari menu cetering cukup beragam, tergantung menu yang diinginkan. Menurut dia, ada tiga paket menu yang dapat disediakan untuk cetering, seperti paket standard. Ia menceritakan menu untuk perusahaan atau pabrik dengan paket stardard, nasi, satu lauk utama, satu sayur, satu gorengan, buah atau puding dan air meneral harganya hanya Rp 15.000. Semen

Sementara, paket medium harganya Rp 25 ribu. Paket ini berisi nasi, satu lauk utama, satu lauk tambahan, satu sayur, satu gorengan, huah atau puding dan air meneral. Adapaun paket terakhir adalah menu acara tertentu yang dibagi menjadi lima paket. Paket pertama, ayam Kremes harganya Rp 20 ribu. Paket ini berisi nasih putih, ayam kremes, tahu, temp goreng, lalapan dan sambal.

Peket kedua adalah paket nasi kuning dengan harga Rp 30 ribu. Paket ini berisi nasi kuning, ayam gorengm telur dadar, perkedel, kering tempe, lalapan, sambal dan emping. Paket Nasi Gudeg : Rp. 30.000 (Nasi Putih, Gudeg, Telor Pindang, Opor Ayam, Sambal Goreng Krecek, Kerupuk).

Adapun menu reguler seharga Rp. 30.000. Paket ini berisiNasi Putih, Ayam Goreng Mentega, Sambal Goreng Hati, Capcay Sayuran, dan Kerupuk Udang. Sementara paket terakhir adalah menu istimewa dengan harga Rp. 35.000. Menu ini berisi Nasi Putih, Ayam Goreng, Empal, Capcay, Mie Goreng dan Kerupuk.

“Minimal kalau pesan 100 bungkus,” tutur Ina sambari menceritakan bahwa diirnya pernah mendapat pesanan 2000 box nasi untuk manasik haji.

Ina mengaku akan mencoba membuat menu tambahan, baik di rumah makannya maupun untuk ceteringnya. Menu tambahan ini berupa masakan khas jawa, seperti gudeng, ketupat tahu. Menurutnya, daftar menu baik yang sudah disediakan maupun yangmasih dalam perencanaan tidak banyak mengandung kolestrol.

“Masakannya kolestrolnya tidak tinggi. hanya sedikit saja karena mama memang menghindari kolestrol tinggi,” katanya. (TK/PN)

SHARE
Comment