Atasi Kestabilan Harga, Mendag Akan Tarik Cabai di Daerah Yang Harganya Murah

Atasi Kestabilan Harga, Mendag Akan Tarik Cabai di Daerah Yang Harganya Murah

SHARE

Publik-News.com – Menyikapi adanya harga cabai yang melambung tinggi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito akan menarik cabai di daerah yang relatif harganya murah untuk dikirim ke daerah yang mengalami kenaikan harga.

Menurut Enggar, langkah ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi ketidakstabilan harga cabai di pasar tradisional yang relatif mengalami kenaikan harga.

“Untuk sementara ini, daerah yang mempunyai kelebihan pasokan cabai dengan harga yang lebih murah kita kirim atau kita tarik ke daerah yang harganya tinggi,” kata Enggar di Malang, Sabtu 7

Enggar berpendapat, adanya kenaikan harga ini disebabkan karena adanya curah hujan di daerah sehingga mempengaruhi terhadap distribusi cabai.

“Harga cabai naik karena iklim. Coba petik cabai dalam kondisi hujan, yang terjadi adalah dia busuk. Jadi petani tidak mau memetik cabai, dengan curah hujan tinggi maka jadi busuk,” ujar Enggar.

Enggar juga mengakui kalau saat ini terdapat lonjakan harga yang berbeda di beberapa tempat. Akan tetapi, Enggar menampik kalau harga cabai tembus diangka Rp250 ribu per kilogram

.”Harga Rp250 ribu sudah kami cek tidak benar itu, kalau Rp100 ribu iya. Disparitas harga di satu daerah dengan daerah lain tinggi sekali, di Kupang, NTT, harga cabai di bawah Rp50 ribu, karena curah hujan rendah. Kemudian di Gorontalo itu juga rendah karena iklim itu tadi. Kita akan tarik pasokan ke daerah yang harganya tinggi,” tuturnya. (Fq)

 

SHARE
Comment