Home Politik BAANAR Ansor Mencurigai Maraknya Penyelundupan Narkoba dengan Tahun Politik

BAANAR Ansor Mencurigai Maraknya Penyelundupan Narkoba dengan Tahun Politik

Publik-News.com – Peredaran narkotika semakin marak akhir-akhir ini. Padahal, hukuman mati kepada bandar narkoba sudah diterapkan oleh pemerintah. Tapi, hukuman mati bagi bandar narkotika tak membuat kapok.

Hal ini terlihat dari tertangkapnya kapal asing di perairan Karimun, perbatasan antara Singapura dan Indonesia, yang diduga membawa 3 ton narkotika jenis sabu.

Ketua Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR), Ahmad Ghufron Siradj, menduga ada kekuatan besar yang menjadi pengendali peredaran dan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Ra Gopong — panggilan akrab Ahmad Ghufron Siradj, menduga ada kaitan maraknya penyeludupan narkoba dari luar negeri ke Indonesia dengan tahun politik.

“Kecuriagaan saya ada yang mengedalikan kekuatan bandar narkoba yang sudah memproteksi keluar-masuknya ke negeri ini. ini kok bersamaan dengan tahun politik,” kata Ra Gopong kepada Publik-News.com, Jumat (23/2/2018).

Ra Gopong meminta aparat penegak hukum menelusuri pihak-pihak yang menjadi pengendali bandar narkotika di negeri ini. Ra Gopong tidak ingin negara ini hancur karena narkoba.

“Saya berharap kepolisian serius mengusut kasus peredaran narkoba ini. Sistem pertahanan dan keamanan kita sangat lemah. ayo kita cari dalangnya siapa,” katanya.

Selain itu, Ra Gopong meminta semua elemen masyarakat ikut serta mensosialisasikan bahaya narkoba. BAANAR sendiri, kata dia, seminggu sekali ikut mengambil bagian menyadarkan masyarakat dari bahaya narkoba.

“BAANAR ini badan semi otonom GP Ansor. Setiap minggu GP Ansor mengadakan kaderisasi di 35-70 titik di Indonesia. Dan BAANAR sendiri ikut terlibat dalam pelatihan itu sambil melakukan kampanye bahaya narkoba kepada kader Ansor dan masyatakat. Ini sesuai perintah Ketum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas agar Kader Ansor menjaga Indonesia dari segala marabahaya,” pungkasnya. (PN)

Comment