BAANAR ANSOR: Pemuda Zaman Now Adalah Pemuda Yang Berani Melawan Narkoba

BAANAR ANSOR: Pemuda Zaman Now Adalah Pemuda Yang Berani Melawan Narkoba

SHARE

Publik-News.com – Badan GP Ansor Anti Narkoba (BAANAR) menyayangkan dan mengecam keras ketika ada anak muda menjadikan obat-obatan terlarang, seperti narkoba sebagai gaya hidup (lifestyle). BAANAR ingin semua lapisan masyarakat di seluruh tanah air hidup tanpa narkoba.

BAANAR melalui Seknasnya, Achmad Ghufron Siradj mengajak kepada generasi penerus bangsa menggantikan narkoba dengan kopi sebagai gaya hidup. Ketika anak muda menjadikan narkoba sebagai gaya hidup, maka, kata dia, tentu barang haram tersebut akan menghancurkan semua tatanan berbangsa dan berngera.

“Pemuda zaman now adalah pemuda yang berani melawan narkoba. Dan kita mendorong kopi sebagai pengganti gaya hidup narkoba,” pungkas Ghufron saat berbincang dengan Publik-News.com di kantor GP Ansor, Senin (20/11/2017).

Menurut Gopong, organisasinya bersama pihak kepolisian tidak akan pernah lelah mengkampanyekan bahaya narkoba di seluruh tanah air. BAANAR Ansor tidak akan memberikan ruang bagi bandar dan pengedar narkoba menjadikan anak muda sebagai pangsa pasar. BAANAR Ansor, tambah Gopong, akan selalu memberikan perlidungan generasi muda dari baya narkotika.

“Kita tidak diam. Kita nasehati anak-anak muda. Kita didik anak muda akan bahaya narkoba. Makanya, orang tua, gurus dan lindungan harus menjadikan narkoba sebagai musuh bersama (common enemy),” tukas Gopong.

Dalam kesempatan itu, Gopong juga menyambut positif langkah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan ruang tahanan lembaga pemasyarakatan (lapas), khususnya ruang tahanan di Lapas yang dihuni narapidana narkotika, yang melebihi kapasitas. “Tentu kita menyambut baik solusi yang ditawarkan Menkum HAM itu,” katanya

Menurut dia, jumlah napi narkotika yang terus bertambah memang cukup mengkawatirkan jika tidak segera dicarikan solusinya. Maka itu, kata dia, langkah Kementerian Hukum dan HAM yang telah mengajukan revisi PP 99/2012 tentang hak warga binaan dan Lapas untuk mengatasi over kapasitas Lapas tersebut merupakan solusi yang tepat dan perlu didukung semua kalangan.

“Saya sangat setuju dengan revisi PP 99/2012 itu. Para korban (pemakai) penindakannya harus dengan cara rehabilitasi. Apalagi kapasitas lapas sudah tidak memungkinkan,” katanya. (TK/PN)

 

Comment