Home Hukum Bareskrim Polri Hentikan Kasus Viktor Laiskodat

Bareskrim Polri Hentikan Kasus Viktor Laiskodat

Publik-News.com – Bareskrim Polri ternyata sudah menghentikan penyidikan kasus dugaan ujaran kebencian Ketua Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Viktor Laiskodat. Alasan penyidik Bareskrim menghentikan penyidikan karena penuh Viktor saat menyampaikan pidato yang dianggap merupakan ujaran kebencian karena dia melaksanakan tugas reses.

Hal tersebut disampaikan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Herry Rudolf Nahak di gedung LIPI, Jakarta, Selasa (21/11/2017), dikutip dari Republikonline.

“Itu kita dapat informasi bahwa dia laksanakan pada saat reses dan melaksanakan tugas ada surat tugas. Sehingga berlaku hak imunitas diatur UU MD3. Itu berarti hak imunitas anggota DPR,” kata Nahak.

Menurut Nahak, Viktor memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR sebagaimana diatur dalam UU MD3. Maka itu, kata Nahak, kasus Viktor tersebut merupakan urusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meskipun masih dimungkinkan adanya unsur pidananya.

“Kewenangan ada di MKD bukan dipolisi karena imunitas. Bukan gak ada unsur pidana tapi ada hak imunitas yang melindungi dia. Pidana mungkin ada. Tapi dia anggota DPR,” ujarnya.

Untuk diketahui, ada tiga partai politik yang melaporkan Viktor Laiskodat terkait dugaan ujaran kebencian dan permusuhan ke Bareskrim Polri. Tiga parpol itu adalah Gerindra, PAN, PKS. Kemudian, ormas sayap Demokrat, Gerakan Pemuda Demokrat juga melaporkan ke Bareskrim.

Viktor berpidato di NTT. Dia menyebut partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat sebagai partai intoleran dan mendukung khilafah.

“Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya,partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran,” kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah,”. (PN)

Comment