Bea Cukai Palembang Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp2,5 Miliar

Bea Cukai Palembang Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp2,5 Miliar

SHARE

Publik-News.com – Sebagai perwujudan pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Timur dan Bea Cukai Palembang selama tahun 2017 secara rutin melaksanakan kegiatan operasi pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC) berupa hasil tembakau serta Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang menggunakan pita cukai bekas, palsu, bukan peruntukannya, maupun tanpa dilekati pita cukai.

Sebagai tindak kegiatan operasi pasar, pada Kamis (25/01) Bea Cukai Palembang melaksanakan pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) yang merupakan hasil penindakan dari operasi pasar sepanjang tahun 2017 petugas Bea Cukai Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur dan Bea Cukai Palembang.

Barang yang dimusnahkan berupa 5,1 juta batang rokok, 21.755 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), 191 kg tembakau iris, 14.000 butir suplemen/obat-obatan, 698 pieces kosmetik, 117 pieces sex toys, 13 buah Airsoft gun, 15 keping VCD porno dan barang-barang larangan dan pembatasan lainnya. Total nilai barang keseluruhan sebesar Rp2,5 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp3,4 miliar.

“Sebelumnya, tepatnya pada bulan Desember 2017 kantor-kantor pelayanan di lingkungan Kanwil Bea Cukai Sumbagtim telah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan pemusnahan. Seperti pada tanggal 06 Desember 2017, Bea Cukai Pangkal Pinang melaksanakan pemusnahan atas 1,2 juta batang rokok, 343 pieces kosmetik, 67 pieces pakaian dan aksesori, 5 buah sex toys dengan total nilai barang sebesar Rp420 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp410 juta,” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Yusmariza.

Ia menambahkan, Bea Cukai Jambi melakukan pemusnahan pada 20 Desember 2017 atas 1,5 juta batang rokok, 1.8 kg tembakau iris, 4.428 botol MMEA dan 326 paket mainan, tekstil dan barang lartas dengan total nilai barang sebesar Rp1 miliar dan potensi kerugian negara sebesar Rp500 juta. Sedangkan Bea Cukai Tanjung Pandan melakukan pemusnahan pada 28 Desember 2017 atas 132.800 batang rokok, 56 botol MMEA, 1 piecesex toys, 3 buah sepeda, dan 599 pieceskosmetik, obat-obatan/suplemen, dan makanan dengan total nilai barang sebesar Rp97 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp51 juta.

Dari sisi peneriman, Kanwil Bea Cukai Sumbagtim berhasil melampaui target penerimaan tahun 2017 sebesar 115.14% dengan realisasi sebanyak Rp218 miliar dari Rp190,9 miliar target yang dibebankan. Adapun rinciannya adalah Bea Masuk sebanyak Rp144,19 mililar dari target Rp139,07 miliar dan Bea Keluar sebanyak Rp73,48 miliar dari target Rp51,01 miliar.

“Kedepannya, kami berharap agar dapat bersama-sama dengan masyarakat bahu-membahu mengawasi peredaran barang kena cukai sebagai upaya mencegah dan menghentikan peredaran rokok maupun minuman keras ilegal yang dapat mengganggu penerimaan negara maupun penyebab keresahan sosial masyarakat. Dari kami tentunya akan selalu berusaha meningkatkan kegiatan pengawasan dan juga penyuluhan kepada masyarakat awam, serta kami berharap ke depan, sinergi yang baik akan terus ditingkatkan antar instansi penegak hukum lain demi terciptanya keamanan dan kenyamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas Yusmariza. (PN)

Comment