Belum S1, Megawati Tetap Menerima Gelar Doktor Meski Ditentang

Belum S1, Megawati Tetap Menerima Gelar Doktor Meski Ditentang

SHARE

Publik-News.com – Rektor Universitas Negeri Padang, Ganefri menegaskan penganugerahan gelar doktor kehormatan atau honoris causa untuk Megawati Soekarnoputri tetap akan digelar Rabu, (27/9) besok di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.

Meksi ada pertentangan dari sejumlah kalangan, ia menjelaskan pemberian gelar itu sudah sesuai dengan Peraturan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan.

“Semua sudah melewati tahapan yang jelas, baik di tataran Senat, Universitas, bahkan sudah disetujui oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia,” kata Ganefri di Padang pada Selasa, (26/92017).

Menurutnya, dasar dari kalangan yang menolak pemberian gelar itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 21 Tahun 2013 sebagaimana disebutkan dalam pasal 4 huruf a dan b, penerima gelar kehormatan honoris causa harus memiliki gelar akademik paling rendah adalah strata satu. Padahal, syarat itu sudah dihapus.

“Lahirnya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dianggap membawa paradigma baru pada transformasi era orde baru ke era reformasi, serta pengalokasian anggaran sebesar 20 persen untuk dunia pendidikan, salah satu indokatornya,” ujar Ganefri

Selain itu, Megawati dianggap pernah menerima gelar doktor kehormatan dari beberapa perguruan tinggi, seperti dari Wasseda University, Jepang; Moscow State Institute, Rusia; MIT Ocean University, Korea Selatan dan dari Universitas Padjajaran pada tahun 2016.

“Besok pagi akan tetap kami langsungkan acara pemberian gelar kehormatan untuk Megawati. Setelah menerima gelar doktor honoris causa, Megawati Soekarnoputri akan memberikan orasi ilmiah di depan seluruh civitas academica Universitas Neger Padang,” ujarnya.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) menolak pemberian gelar doktor honoris causa untuk Megawati. Hal ini dianggap bertentangan dengan aturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 21 Tahun 2013 sebagaimana disebutkan dalam pasal 4 huruf a dan b: penerima gelar kehormatan honoris causa harus memiliki gelar akademik paling rendah adalah strata satu

Selain itu, Megawati dianggap melecehkan umat islam dan ulama saat berpidato pada HUT ke-44 PDIP di Jakarta.(Fq)

SHARE
Comment