BEM STID Al-Biruni, Cirebon Gelar Dialog Penanganan Konflik dan Peningkatan Ekonomi

BEM STID Al-Biruni, Cirebon Gelar Dialog Penanganan Konflik dan Peningkatan Ekonomi

SHARE

Publik-News.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Islam Dakwah (STID) Al-Biruni, Cirebon bekerjasama dengan Lembaga Kajian Konflik dan Perdamaian, menggelar dialog bertajuk “Peran Aktif Warga Cegah Konflik Sosial, Guna Mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Cirebon” Sabtu (22/10/2016).

Acara yang digelar di Auditorium utama STID Al-Biruni tersebut menghadirkan beberapa narasumber, seperti Komisaris Polisi (Kompol) Tutu Mulyana (Kapolsek Ciwaringin, Cirebon), K.H Lukman Hakim (Pengasuh Pondok Pesantren Syafiiyah Babakan, Cirebon), dan Syahidin, M.HI (Pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cirebon). Acara seminar dimoderatori oleh Ahmad Zakaria, M.A (Staff Pengajar STID Al Biruni).

Dalam dialog tersebut dibabahas tentang konflik PLTU jilid ke-II yang masih memanas antara masyarakat dengan perusahaan swasta. Menurut Kompol Tutu Mulyana, konflik sosial yang terjadi karena belum tuntasnya persoalan ganti rugi tanah yang terpakai dalam pembangunan PLTU. Selain itu, karenaadanya oknum-oknum yang mengatasnamakan solidaritas warga yang menolak PLTU tersebut namun hal itu hanyalah bagian dari kepentingan kelompok tertentu.

“Sampai saat ini memang masih terjadi penolakan dari masyarakat setempat, karena tanah mereka yang tidak dikembalikan haknya, selain itu juga saya yakin ada pihak-pihak luar yang mencoba memprovokasi”, jelasnya.

Berbeda dengan K.H Lukman Hakim. KH. Lukman menegaskan untuk seluruh masyarakat agar tidak terpecah belah dengan konflik sosial yang ada. Dia meminta masyarakat harus lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri.

“juga menyerukan untuk hidup damai ditengah-tengah kemajemukan bangsa ini. Mengajak untuk terus berdialog mencaris solusi bersama dari konflik sosial yang terjadi”, tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Syahidin. Menurutnya, pemuda harus menjadi garda depan untuk mengawal masalah-masalah konfliik sosial yang terjadi. Pemuda dengan semangat yang luar biasa diharapkan mampu untuk bersinergi dengan masyarakat lainnya dalam menyelesaikan konflik sosial yang ada.
(Taufik)

SHARE
Comment