Berdagang di Taman Amir Hamzah Matraman Harus Bayar Rp150 Ribu Perbulan

Berdagang di Taman Amir Hamzah Matraman Harus Bayar Rp150 Ribu Perbulan

SHARE

Publik-News.com – Sejumlah pedagang kaki lima menjadikan Taman Amir Hamzah Matraman Jakarta Pusat sebagai ladang berdagang. Namun, untuk bisa berjualan di taman yang berada di depan kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), mereka harus mendapat izin dari RW setempat.

Hal tersebut dikatakan Yono, salah satu PKL yang ditemui Publik-News.com, di area Taman Amir Hamzah. Dia menuturkan, sejumlah PKL yang mencari rejeki dengan cara berjualan di Taman ini tidak akan berani jika tak mendapat izin dari RW.

“Jualan disini sudah Izin dari RW pegangsaan serta satpol PP setempat,” ujar Yono.

Yono mengaku harus mengeluarkan koceh setiap bulannya agar tetap bisa berjualan di taman itu. Dia rela mengeluarkan duit ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan ke untungan dan mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Izin dari RW pegangsaan tanpa pungutan biaya. Ada uang suka rela dikasi ke RW dan ke kas masjid sebesar 150.000 per bulannya.

Keuntungan Yono adalah pedagang gorengan tahu. Keuntungan yang didapatkan Yono dari usahanya itu berkisar kurang lebih 7 jutaan setiap bulannya.

“Dalam sehari pendapatan dari kisaran 200 ribu-400 ribu per hari,” kata Yono

(Taufik)

Comment