Catatan Anis Baswedan Untuk Pendukung dan Relawannya

Catatan Anis Baswedan Untuk Pendukung dan Relawannya

SHARE

Publik-News.com – Calon Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan menulis catatann untuk para pendukung dan ralawannya dalam menghadapai Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 mendatang.

Catatan yang ditulis Anis yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Presiden Jokowi ini diberi judul “Catatan Dari Anies Baswedan Untuk Pendukung dan Relawan”.

Anis adalah Cagub yang usung dua partai politik, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, dengan Cawagubnya adalah Sandiaga Uno, untuk menjadi penantang petahana Ahok-Djarot.

Berikut catatan lengkap Anis untuk pendukung dan ralawannya tersebut.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kepada Teman-teman Pendukung dan Seluruh Simpul Relawan,

Dalam perjalanan pulang dari Kemayoran, catatan ini ditulis. Malam ini telah kita teguhkan niat. Kita luruskan barisan. Saat proses pengundian nomor urut tadi, saya dan Bang Sandi melihat dari depan barisan teman-teman di depan sana. Semua berbaju putih, tertata rapi, tangannya terbuka, senyumnya cerah dan mengirimkan salam bersama untuk semua. Tanpa kepalan tangan dan dengan tangan terbuka. Persahabatan memang tak dimulai dari tangan yang mengepal.

Malam ini pesan persahabatan bersimbolkan salam bersama dan tangan terbuka menemukan pasangannya: nomor urut 3. Salam Bersama adalah salam untuk Persatuan Indonesia, sila ketiga Pancasila. Manusia ikut undian, Tuhan tak pernah berundi: Takdir-Nya telah menebalkan dan menetapkan niat kita untuk persatuan, untuk Maju Bersama.

Teman-teman semua yang baik, malam ini Pilkada DKI Jakarta memasuki tahap baru. Seperti telah kita tekadkan sebelumnya, mari kita semua menjalankan Pilkada DKI Jakarta ini sebagai sebuah festival gagasan, festival rencana, festival karya selain sebagai sebuah proses demokrasi.

Dalam sebuah festival, kesuksesan kita dinilai dari bagaimana kita menghadirkan yang terbaik dari diri kita. Mari kita berfokus pada kinerja pemerintahan dan tawaran untuk warga dan kota Jakarta. Warga Jakarta, sebagaimana warga di kota manapun, juga menginginkan kemajuan untuk semua, kemajuan bersama. Kota Jakarta dan warganya adalah tujuan penyaluran akumulasi pengalaman kepemimpinan, pengetahuan dan komitmen calon gubernur dan wakil gubernur.

Mari kita tunjukkan bahwa kita tidak sekadar membawa cita-cita, tapi kita memanggul misi. Cita-cita untuk diraih, misi untuk dilaksanakan. Karena itulah fokus kita bukan sekadar memenangkan Pilgub saja, misi kita adalah bekerja untuk menjadikan Jakarta sebagai kota maju yang membahagiakan bagi warganya. Sebagaimana visi kita: Maju Kotanya, Bahagia Warganya.

Untuk mewujudkan misi ini, mari kita lakukan yang terbaik. Mari berikan kreativitas kita untuk menunjukkan bahwa Jakarta harus dibangun tanpa mengabaikan sebagian dari warganya. Mari bersama bangkitkan semangat bahwa masalah-masalah Jakarta bisa dan hanya bisa diselesaikan dengan tangan kita bersama. Bukan oleh pahlawan super. Tapi oleh karya kita semua.

Dalam festival ini mari kita tetap dan makin menjaga iklim kompetisi sebagai iklim yang sehat. Bila ada dalam barisan kita yang menebar kebencian dan hasutan, maka segera ingatkan dan tegur. Bila ada dalam barisan lain yang memprovokasi dan menebar kebencian pada kita, maka ingatkan dengan salam dan senyum. Tunjukkan bahwa kita tidak berminat dan tidak bersedia melakukan tindakan destruktif. Jauhi dan jangan ikut-ikutan menebar kebencian.

Pesta demokrasi ini tidak boleh merusak tenun kebangsaan. Kita semua saudara sebangsa. Di tanah Jakarta, Sumpah Setia dikumandangkan 88 tahun yang lalu. Dikemudian hari kita sebut itu sebagai Sumpah Pemuda: Sebangsa, Setanah Air dan Sebahasa Persatuan. Kita adalah Indonesia. Di jantung kota ini, tepatnya di sebuah rumah di Kramat Raya, tiga simpul pertama ke-Indonesia-an itu dirajut. Jangan biarkan Pilkada di kota ini justru membuat rajutan kebangsaan terurai. Jangan sampai simpul persatuan terenggangkan oleh pilkada. Mari kita jalankan kegiatan Pilkada ini sambil menjaga persatuan bangsa bukan malah merusaknya. Merusak persatuan adalah merusak diri kita sendiri.

Mari kita tunjukkan pula penghormatan dari setiap dan semua kita kepada pasangan calon lain serta para pendukung dan simpatisannya. Baik Mas Agus dan Ibu Silviana yang didukung Partai Demokrat, PAN, PKB dan PPP; demikian pula Pak Basuki dan Pak Djarot yang didukung oleh Partai Golkar, Hanura, Nasdem dan PDIP.
Kami semua adalah anak-anak bangsa yang akan berkompetisi secara sehat dalam pilkada yang menyenangkan dan damai.

Dengan tegas saya minta kepada seluruh jajaran tim pemenangan, simpul-simpul relawan pendukung Anies-Sandi untuk memperhatikan, memahami dan melaksanakan komitmen berdemokrasi yang sehat. Berikan penjelasan yang baik dan benar tentang Anies-Sandi, rekam jejak dan komitmennya membangun Jakarta. Dengan budi baik dan ketulusan, ajak saudara, teman dan handai tolan, serta siapa saja, untuk menjadi bagian dalam perjuangan memenangkan Anies-Sandi.

Mari kita buktikan bahwa kita semua bisa tetap memegang teguh komitmen ini. Mari kita masuki festival ini dengan kepala tegak, tugas kita semua adalah menjaga, mengikhtiarkan dan mendoakan agar kita dapat tuntaskan semua ini dengan kepala tegak pula. Insya Allah, kita akan terpilih dan menang dengan kepala yang tegak dan tangan yang terbuka untuk semua.
Salam Bersama!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Anies Baswedan
(Hasan)

Comment