Cerita Ketum GEPENTA Ditawari Duit LSM Asing

Cerita Ketum GEPENTA Ditawari Duit LSM Asing

SHARE

Publik-News.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti-Narkoba dan Tawuran (DPN GEPENTA) Brigjen Pol (Purn) Parasian Simanungkalit bercerita tentang adanya pemberian dana dari LSM asing ke LSM dalam negeri. Salah satu LSM yang pernah ditawari dana oleh LSM asing tersebut adalah DPN GEPENTA.

Namun, Parasian mengaku menolak dana yang ditawarkan LSM asing tersebut. Cerita Parasian ini disampaikan saat Publik-News.com, meminta tanggapan dia terkait kesaksian Koordinator KONTRAS Harris Azhar tentang adanya aliran dana bandar narkotika kepada pejabat negara Indonesia. Disela-sela perbincangan dengan Publik-News.com itu, Parasian mengungkapkan bahwa banyak LSM asing yang mengalirkan dananya ke LSM Indonesia.

“Kita tahu NGO asing itu bisanya memberikan uang ke NGO Indonesia. Ada orang nelpon saya. Saya ditawari uang, tapi saya tidak mau,” ujar Parasian, jumat (29/7/2016).

Menurut Parasian, selama ini LSM yang dipimpinnya tersebut tak pernah menerima tawaran pemberian dana dari LSM asing. Sebab, ada resiko dan konsekuensi yang harus dipatuhi ketika GEPENTA menerima duit dari LSM asing.

“Saya tidak mau karena saya takut harus hormat ke mereka. Itu resiko. Kalau NGO lain itu dapat. Kalau kita tidak dapat,” pungkasnya.

Untuk membuktikan bahwa LSM yang dipimpinnya tak pernah menerima duit dari asing, Parasian kemudian meminta agar rekening GEPENTA dicek oleh siapapun yang ingi mengetahui kas dananya.

“Lihat saja rekening Gepenta. Cuma ada 10 juta. Itu dari anggota-anggoa saja.

Lebih lanjut, Parasian kemudian menyinggung LSM dalam negeri yang selama ini lantang menolak hukuman mati bandar narkotika. Menurutnya, LSM yang menolak hukuman mati dan mengatakan hukuman mati pelanggaran HAM, itu bertujuan membangun opini publik dan agar pemerintah tidak melaksanakan hukuman mati.

“Dari mana orang itu dapat duit untuk membiayai organisasinya. Kita kan bisa lihat ICW mana. Organisasi-organisasi yang lantang itu hanya untuk mendapatkan duit dari luar saja,” katanya.

(Hurri Rauf)

Comment