Cerita Yusril Soal Kepiawaian Soeharto Membantu Myanmar

Cerita Yusril Soal Kepiawaian Soeharto Membantu Myanmar

SHARE

Publik-News.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga menemui Aung San Suu Kyi untuk membicarakan perihal keterlibatan militer Myanmar dalam pembantaian, penindasan dan pengusiran terhadap Muslim Rohingya di Rakhine.

Jokowi hanya menggelar konfrensi pers belum lama ini. Sementaranya yang ditugaskan untuk melakukan perundingan dan diplomasi adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Mestinya Jokowi turun terbang ke Myanmar agar mengetahui kondisi umat Muslim di Rakhine.

Jokowi juga mestinya belajar pada sosok keberanian mantan Presiden Soeharto dalam menyelesaikan penindasan umat muslim di dunia. Soeharto sendiri penah membantu Myanmar ketika negara dengan sebutan tanah emas ini manjadi anggota ASEAN.

Hal ini diceritakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB) Yusril Ihza Mahendra. Yusril pernah menjadi Sekretaris negara dikala Soeharto menjadi kepela negara. Dia tentu mengetahui segala upaya yang dilakukan Soeharto untuk membantu Myanmar

“Saya di Setneg zaman Pak Harto, bahkan Pak Harto banyak melakukan upaya-upaya untuk membuka Myanmar terhadap isolasi selama kurang lebih selama 30 tahun,” kata Yusril di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Pakar hukum tata negara ini menceritakan, Soeharto berperan meyakinkan negara lain agar menerima Myanmar sebagai anggota ASEAN. Upaya Soeharto sempat mendapat tekanan dari negara lain.

“Saya kira Pak Hartolah yang memimpin meyakinkan negara lain supaya Myanmar diterima sebagai anggota ASEAN. Walaupun ada tekanan dari negara negara barat terhadap pemerintah Indonesia saat itu, Pak Harto menyadari bahwa Myanmar banyak mencontoh Indonesia,” katanya.

Comment