Home Politik Dailami Firdaus Sebut Kejahatan Dalam Berdemokrasi Bagi Ketua KPU DKI

Dailami Firdaus Sebut Kejahatan Dalam Berdemokrasi Bagi Ketua KPU DKI

110

Publik-News.com – Anggota DPD RI, Dailami Firdaus mempertanyakan motivasi kehadiran Ketua KPU DKI, juga Dahlia Umar serta Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti di rapat tertutup Partai Pengusung Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

“Apapun pembelaan Sumarno mengenai ikhwal kehadirannya diacara tersebut jelas menjadi catatan negatif bagi penyelenggaraan Pilkada di DKI Jakarta. Apalagi acara tersebut adalah rapat tertutup Partai Pengusung salah satu paslon dan juga sudah masuk pada masa kampanye putaran ke dua Pilkada DKI Jakarta,” ujar Dailami, Jumat (10/3/2017).

Menurut Dailami, kehadirian Sumarno, Dahlia Umar dan Mimah Susanti jelas semakin menajamkan opini masyarakat bahwa terjadi sebuah pemufakatan untuk memenangkan salah satu paslon. Menurut dia, hal itu merupakan sebuah kejahatan dalam Berdemokrasi.

“Secara pribadi sebagai putra daerah yang di amanahi untuk duduk di DPD RI benar-benar sangat kecewa sekali. KPUD sebagai penyelenggara Pilkada jelas-jelas sudah meruntuhkan kepercayaan masyarakat dan merusak sistem Demokrasi yang kita bangga-banggakan,” katanya.

Dikatakannya, seharusnya Sumarno, Dahlia Umar dan Mimah Susanti tidak perlu menghadiri acara tersebut, bilapun itu termasuk kedalam agenda kampanye paslon. Akhirnya Opini liar akan terus bergulir dan memperlihatkan bahwa memang ada kesengajaan dan persengkokolan untuk memuluskan salah satu paslon sebagai pemenang di Pentas Pilkada DKI Jakarta

“DKI Jakarta sebagai barometer, contoh bagi pelaksanaan Pilkada secara nasional dan sebagai contoh demokrasi di dunia internasional, jadi jangan dibuat main-main. Yang pasti saat ini jelas sudah dimasyarakat terbangun Opini yang penggiringan kekuatan secara menyeluruh untuk memenangkan salah satu paslon dan saya sangat pesimis bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berjalan dengan Demokratis,” katanya. (HR)

Comment