Home Hukum Dandhy Kaget Dipolisikan Gara-gara Bandingkan Megawati Dengan Suu Kyi

Dandhy Kaget Dipolisikan Gara-gara Bandingkan Megawati Dengan Suu Kyi

Publik-News.com – Dandhy Dwi Laksono mengaku kaget dirinya dipolisikan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur gara-gara membandingkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

“Kawan-kawan pengacara dari berbagai lembaga bantuan hukum maupun individu-individu, menyarankan agar semua respons terkait kasus ini hendaknya terukur. Saran ini agak mengganggu kebiasaan saya yang cenderung lebih spontan. Tapi mereka banyak benarnya,” ujar Dandhy melalui akun Facebooknya, Kamis (7/9/2017).

Dandhy menyebut pihak yang melaporkan dirinya itu hanya ingin memanfaatkan pasal-pasal karet di UU ITE

“Yang sedang kami lakukan adalah mengumpulkan informasi apakah ini semata sikap reaksioner sekelompok partisan politik yang memanfaatkan ‘pasal-pasal karet’ dalam UU ITE dan KUHP, atau sebuah varian represi baru bagi kebebasan berpendapat tanpa mengotori tangan dan citra kekuasaan,” tutur Dandhy.
Menurut Dandhy, laporan itu tidak sebanding dengan kasus-kasus besar yang ia paparkan di media sosial. “Dibanding kasus-kasus tersebut, apalagi penangkapan 4.996 orang Papua sepanjang 2016 dan tragedi Rohingya, kasus pelaporan ini tentu tidak ada apa-apanya,” kata Dandhy.

Sebelumnya, Jajaran Repdem Jatim melaporkan Dandhy ke Subdit Cyber Crime Polda Jatim atas dugaan melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Megawati.

“Kami aktivis DPD Repdem Jawa Timur sebagai organisasi sayap PDI perjuangan tidak terima atas opini yang diunggah oleh akun Facebook atas nama Dandhy Dwi Laksono pada 3 September 2017, khususnya pada paragraf ke-32 dan paragraf 2 dari bawah,” kata Ketua DPD Repdem Jatim Abdi Edison di Polda Jatim, Surabaya, Rabu (6/9).(Fq)

 

Comment