Danramil Cilincing Berikan 4 Strategi Kepada Generasi Muda Berantas Terorisme

Danramil Cilincing Berikan 4 Strategi Kepada Generasi Muda Berantas Terorisme

SHARE

Publik-News.com – Para pemuda mempunyai peran penting dalam mengatasi masalah terorisme dan radikalisme, pemuda selalu menjadi target utama para kelompok radikal karena pemuda selama ini gampang untuk dihasut. Tetapi pemuda juga memiliki potensi untuk memberantas masalah-masalah terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Oleh sebab itu perlunya ceramah wasbang tentang penanggulangan Terorisme dan Radikalisme di Indonesia terutama kepada Generasi muda calon pemimpin bangsa yang akan datang.

Dalam cerahmahnya yang digelar digedung auditorium kampus UTA’45, Danramil-05/Cilincing Kodim 0502/JU, Mayor Chb R. Simbolon, menitik beratkan pada 4 strategi yang harus dilakukan Generasi muda untuk memberantas terorisme dan radikalisme, Selasa (28/8/2017)

Pertama Meningkatkan Pemahaman Keagamaan, Radikalisme di kalangan pemuda disebabkan oleh minimnya pemahaman agama. Belajar agama secara dangkal dapat memicu mereka melakukan kekerasan, bahkan atas nama agama. Tindakan terorisme balakangan ini dilakukan dengan cara bunuh diri, misalnya bom bunuh diri, sebab Islam justru melarang tindakan bunuh diri, sehingga tindakan terorisme dalam bentuk apapun sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Tindakan terorisme mengatasnamakan Islam sering mengaitkan perbuatannya dengan jihad, padahal mereka sebenarnya tidak tahu makna jihad sesungguhnya. Untuk itu seorang pemuda harus belajar agama pada yang ahlinya yang tahu betul apa arti jihad sesungguhnya, tegas Danramil.

Kedua dengan Membentuk komunitas-komunitas damai di lingkungan sekitar, Pemuda bisa menjadi pionir dalam pembentukan komunitas cinta damai di lingkungannya. Komunitas-komunitas tersebut lah yang melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah akan bahaya paham radikalisme.

Selain itu komunitas-komunitas ini juga ikut aktif dalam pengawasan sehingga jika dalam lingkungannya terdapat hal-hal yang mencurigakan terkait penyebaran virus radikalisme segera melaporkannya ke pihak yang memiliki wewenang seperti tokoh masyarkat dan tokoh agama, imbuhnya.

Lebih lanjut Mayor Chb R. Simbolon,S.T menjelaskan point Ketiga yaitu dengan Menyebarkan Virus Damai di Dunia Maya.

Hasil penelitian terbaru mencatat pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai 30 juta. Mereka ini menggunakan internet hanya untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Hal inilah yang menjadi celah bagi para penyebar paham radikalisme untuk menyebarkan pahamnya di dunia maya.

Oleh karena itu, dibutuhkan aksi dari pemuda sebagai pengguna internet terbanyak di Indonesia untuk menangkal informasi-informasi yang menyesatkan dengan mengunggah konten damai di social media seperti tulisan, komik, dan meme. Sehingga konten-konten damai yang bertebaran di dunia maya dapat mengalahkan konten-konten radikal yang disebarkan oleh kelompok-kelompok radikal, tegasnya.

Adapun point Keempat adalah Menjaga Persatuan dan Kesatuan, Generasi Muda adalah generasi penerus Bangsa yang mempunyai kemampuan, kepinteran, Keberanian dan mempunyai tekad yang kuat untuk melindungi Bangsa Indonesia yang mereka cintai.

Generasi muda adalah Warga Negara yang menjadi unsur penting dalam suatu Negara. Menunjukkan sikap bela Negara para Generasi Muda saat ini dapat dilakukan dengan menampilkan perilaku-perilaku positif yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa yang bertujuan untuk melawan segala macam paham kebencian dan kekerasan yang ingin merusak keutuhan NKRI, tegas Danramil.

Itulah keempat strategi dalam mencegah paham radikalisme dan terorisme. Cara ini harus diketahui oleh siapa pun termasuk generasi muda yang menjadi ujung tombak bangsa serta harus diaplikasikan ke segala aspek kehidupan agar kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa-peristiwa yang berbau kekerasan, demi terciptanya Indonesia yang damai, pungkasnya.

Kegiatan ceramah yg diikuti dengan antusias oleh 390 Mahasiswa menyimpan sebuah harapan semoga kelak generasi muda dalam memimpin negara ini sudah mempunyai dasar yang kuat yaitu Idiologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (PN)

SHARE
Comment