Defisit Melebihi 3 Persen PDB, DPR Kok Diam Saja?

Defisit Melebihi 3 Persen PDB, DPR Kok Diam Saja?

SHARE

Publik-News.com – Peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Politik Universitas Bung Karno (UBK) Salamuddin Daeng mengatakan, defisit anggaran APBN dipastikan akan melampaui batas yang ditetapkan UU keuangan negara mengenai batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Pasal 12 ayat (3) Dalam hal anggaran diperkirakan defisit, ditetapkan sumber-sumber pembiayaan untuk menutup defisit tersebut dalam Undang-undang tentang APBN.

“Di dalam penjelasan pasal tersebut di sebutkan bahwa defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Salamuddin, Selasa (23/6/2016).

Sebelumnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan pemerintah akan memangkas belanja oleh Rp 133,8 triliun rupiah ($ 10,20 miliar). Kebijakan pemangkasan ini adalah untuk memastikan defisit anggaran tidak melanggar batas hukum 3% dari PDB.

Namun kabarnya Presiden Jokowi tidak menyetujui usul menteri keuangan tersebut. Jika benar maka Sri Mulyani yang ditarik dengan susah payah dari direktur IMF, ternyata tidak mau didengarkan oleh presiden Jokowi.

“Tampaknya presiden tetap berambisi untuk mengejar pajak yang mengalami kekuarangan cukup besar daalam tahun ini. Mungkin presiden Jokowi yakin bahwa masih bisa utang besar,” katanya.

Sebelumnya, dalam APBN perubahan 2016 pemerintah telah memangkas target APBN 2016 yang dirancang pada 2015 lalu. Pada APBN 2016 pendapatan negara ditargetkan Rp. 1.822 triliun, direvisi menjadi Rp. 1.786 triliun atau telah dikurangi Rp. 36 Triliun. Sementara target pengeluaran dalam APBNP 2016 Rp. 2.082 triliun.

Dengan memperhatikan perkembangan ekonomi dewasa ini, gagalnya proyek tax amnesty pemerintahan Jokowi yang menargetkan penerimaan sebesar Rp. 165 triliun, maka dipastikan defisit anggaran mencapai Rp. 500 triliun atau sekitar 4,3% PDB.

Dengan demikian maka otomatis Jokowi melanggar UU keuangan negara dan bisa digulingkan oleh DPR,” katanya,

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment