Demokrat Ragu Dokumen TPF Munir Ditangan SBY

Demokrat Ragu Dokumen TPF Munir Ditangan SBY

SHARE

Publik-News.com – Pemerintah tengah serius untuk melakukan pengungkapan terhadap kasus pembunuhan aktifis HAM Munir yang terjadi pada tahun 2004. Dalam usaha tindak lanjutnya, ppemerintah membutuhkan dokumen Tim Pemncari Fakta (TPF) penyelidikan kasus terkait yang pernah terbentuk di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil ketua umum DPP Demokrat Syarif Hasan mengaku ragu dokumen yang tengah dicari pemerintah itu sedang berada di tangan SBY. Menurut dia, dokumen tersebut sudah diserahkan untuk dimasukkan kedalam dokumentasi milik pemerintah sebelum masa akhir jabatan SBY.

“Jadi buat apa dia pegang. Yng penting tindaklnjutnya. (Dokumen) itu katanya sudah diserahkan ke pemerintah,” ujar Syarif di geduung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Syarif menyampaikan bahwa pembentukan TPF penyelidikan atas pembunuhan Munir memang dibentuk dimasa pemerintahan SBY. Selanjutnya, kata dia, dokumen hasil kerja yang dilakukan TPF telah diserahkan ke pemerintah.

“Mungkin di Sekneg atau di Sekab,” sebutnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo mengisyaratkan akan menemui SBY untuk mengkonfirmasi keberadaan dokumen TPF Munir. Bagi Syarif, upaya tersebut cenderung menyudutkan SBY dihadapan publik.

Padahal, kata dia, pembunuhan terhadap Munir terjadi sebelum SBY menjabat sebagai presiden waktu itu.

“Dari dulu saya sudah bilang, kenapa kok susah cari dokumen aslinya. Yang pling penting itu tindak lanjut rekomendasinya. Kalau belum puas dengan tindak lanjut pemerintah SBY, silahkn bikin TPF baru. Kalau masih ngotot cari aslinya, kalu tak ada di istana ya minta saja ke mantan-mantan anggota TPF. Sekarang sudah terbuka di internet. Tentang keasliannya konfirmasikan saja ke mantan anggota TPF,” tandasnya. (Ahmad)

SHARE
Comment