Home Politik Demokrat Tepis Tuduhan Ferry Juliantono Pertemuan SBY-Wiranto Bahas Century

Demokrat Tepis Tuduhan Ferry Juliantono Pertemuan SBY-Wiranto Bahas Century

Publik-News.com – Sekretaris Departemen Dalam Negri Partai Demokrat, Abdullah Rasyid menepis anggapan Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Ferry Juliantono yang mengatakan pertemuan antara SBY dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto membahas soal perkembangan kasus korupsi Bank Century.

Diketahui, skandal yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 6,7 triliun itu menyeret nama mantan Presiden Boediono. Hal ini jika didasarkan pada putusan praperadilan hakim pengadilan Jakarta Selatan.

Menurut Rasyid, pertemuan antara SBY dan Wiranto merupakan pertemuan tertutup dan berlangsung di rumah SBY, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut dia, pertemuan SBY dan Wiranto tidak membahas perkembangan kasus Century. Tapi membahas isu politik ke depan.

“Demokrat anggap itu (pernyataan Ferry Juliantono) spekulasi liar. Masalah politik, Pemilukada, Pilpres yang akan datang, karena pak Wiranto kan sebagai Menteri Polhukam, ya tentu menyangkut tentang itu,” ujar Rasyid melalui siaran persnya yang diterima redaksi, Kamis (19/4/2018).

Menurut dia, pertemuan SBY dan Wiranto memang memunculkan banyak spekulasi. “Semestinya, inisiatif untuk melakukan pertemuan itu harus dilihat secara positif, saat situasi politik negara sedang hangat degan adanya pilkada serentak dan persiapan pemilu,” ujarnya.

Lebih dari itu, Rasyid memandang pertemuan tersebut harus diapresiasi sebagai bentuk upaya ‘mendinginkan’ kondisi politik saat ini. “Pak Wiranto tentu membutuhkan pengalaman Pak SBY sebagai Presiden RI 2 periode yang berhasil mengantarkan proses demokrasi sehat pada bangsa, dengan terselenggaranya secara baik dan aman Pilpres 2014,” tukas politisi asal Kota Medan ini.

Dikatakannya, SBY telah terbukti mampu mampu menjaga kondusifitas politik dan sosial di tanah air saat penyelenggaraan pilkada maupun pilpres lalu. Dan, itu bisa terwujud semata lantaran SBY mampu menjaga aparatur pemerintahan dan penyelenggara pemilu dalam posisi netral.

“Jadi, terkait pertemuan Pak SBY dengan Pak Wiranto, kita mengira spekulasi yang berkembang hanyalah spekulasi liar kelompok-kelompok yang tidak menginginkan peristiwa politik yang sedang terjadi dapat berlangsung damai serta hasilnya sesuai keinginan rakyat,” pungkasnya. (Pn/Ed)

Comment