Di NTT, Demokrat Merasa Ingin ‘Dibunuh’ Oleh Viktor

Di NTT, Demokrat Merasa Ingin ‘Dibunuh’ Oleh Viktor

SHARE

Publik-News.com – Partai Demokrat mengecam Pidato Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Demokrat merasa dingin ‘dibunuh’ oleh Viktor di NTT.

“Tuduhan bahwa PD adalah salah satu Parpol yang pada tingkat nasional tidak mendukung Perppu Pembubaran Ormas Radikal sehingga harus “dibunuh” di NTT adalah upaya sistematis dari kekuatan politik tertentu untuk menghancurkan kredibilitas PD di NTT khususnya dan di tingkat nasional umumnya,” kata Ketua DPP PD Benny K Harman dalam pernyataan tertulisnya.

Menurutnya, pernyataan viktor yang menyebut sikap parpol yang menolak Perppu ormas dan pembubaran HTI  dianggap sebagai sikap mendukung HTI dan Ormas radikal sebagai tudingan yang tendesius.

“Tuduhan tak berdasar dan keji tersebut tak pantas keluar dari seorang tokoh sekelas Viktor Laiskodat. Tuduhan kejam tersebut justru mengerdilkan ketokohan yang bersangkutan dan sangat mengadu domba masyarakat NTT yang selama ini dikenal harmonis dan cinta damai,” ujarnya.

Benny menduga pidato viktor itu sengaja dibuat agar Demokrat dijauhkan dari pemilih di NTT. Sebab, hal ini berkaitan dengan kontestasi demokrasi yang segera berlangsung di NTT baik terkait pilkada gubernur ataupun pilkada sepuluh kabupaten.

“Kami meminta seluruh rakyat NTT untuk tetap tenang bekerja, menjaga perdamaian dan keharmonisan dengan tidak gampang diprovokasi oleh pernyataan-pernyataan politik dari tokoh-tokoh tertentu yang hendak mengganggu keharmonisan relasi antarkelompok masyarakat NTT yang selama ini sudah terpelihara dengan baik,” ujar Benny.

“PD tingkat nasional termasuk PD NTT mendukung setiap ikhtiar pemerintah untuk menutup pintu terhadap tumbuh kembangnya ormas-ormas radikal di masyarakat yang secara tegas menolak ideologi Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan antikebhinekaan,” imbuhnya.(Fq)

“PD menegaskan di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan kebhinekaan adalah harga mati. Oleh karena itu, saya meminta saudara Viktor Laiskodat segera mencabut tuduhan tak berdasar tersebut dan meminta maaf kepada Partai Demokrat atas pernyataannya yang menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan publik di masyarakat NTT khususnya,” pungkas Benny.

Sebelumnya, pidato Viktor di NTT itu menyebar di grup WhatsApp. Dalam pidatonya, Viktor menyebut partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat sebgai partai intoleran dan mendukung khilafah.

Viktor juga menuding 4 partai itu tidak pro keberagaman. Sehingga, Viktor meminta kepala daerah yang diusung 4 partai tersebut jangan dipilih.(Fq)

 

SHARE
Comment