Di Pemakaman Alami Ini, Jenazah Manusia akan Cepat Busuk

Di Pemakaman Alami Ini, Jenazah Manusia akan Cepat Busuk

SHARE
https://www.youtube.com/watch?v=NN8XT7kGesI
https://www.youtube.com/watch?v=NN8XT7kGesI

Sebuah pemakaman ‘alami’ akan segera di bangun di Kota Armidale, di New South Wales, AS. Di pemakaman ini, jenazah diklaim akan cepat membusuk, begitu juga dengan kain kafan atau peti yang menyertainya.

Sebuah studi dilakukan di lokasi yang berjarak sekitar 548 kilometer dari Sydney tersebut. Studi kelayakan itu mencakup uji tanah, dan uji geologi di lahan seluas 16 hektar di Saumarez Ponds.

Pemakaman alami adalah pemakaman di mana peti mati yang digunakan akan melebur dengan tanah. Demikian pula kafan yang membungkus jenazah. Sementara jenazah yang dikubur di sini tidak menggunakan cairan untuk pembeku (pengawet).

Dengan demikian, jenazah dan perangkat lain yang digunakan akan menjadi kompos dan bakal membuat subur kawasan tersebut.

Pemilik lahan pertanian tersebut Jane Pickard sedang berusaha untuk menanam pepohonan di lahan tersebut. Sebelumnya, areal tersebut dijadikan lokasi untuk ternak yang merumput.

“Apa pun yang masuk ke dalam tanah harus bisa melebur, jadi tidak ada lapisan plastik di peti mati ataupun bahan kimia di tubuh jenazah,” kata dia.

“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya bahwa saya ingin jenazah saya menjadi kompos ketika saya meninggal nanti. Karena saya tidak paham mengapa kita harus menyediakan lahan yang luas yang tidak akan bisa digunakan untuk keperluan lain,” sambung dia.

Pickard lalu bekerjasama dengan sebuah lembaga pedesaan dan regional berkelanjutan, Starfish Initiatives, membuat proyek “Earth Funerals”.

Lokasi pemakaman ini bakal mengambil tempat sekitar dua hektar di lahan miliknya.

Tidak akan ada batu nisan di lokasi pemakaman ini, dan tiap kuburan hanya diberi tanda yang sederhana.

“Ini akan memberikan kesempatan kepada kita semua untuk memilih cara yang alami dan tidak mahal untuk dimakamkan dan dikenang.” kata Packard lagi.

“Kedua, ini adalah model bisnis yang akan memberikan sumbangan besar bagi penanaman kembali lahan pertanian. Dan saya perlu menanam kembali lahan saya. Jadi ini adalah win win solution,” cetus dia.

Masih ada, Kevin Hartley yang juga terlibat dalam proyek ini. Lelaki ini sebelumnya telah bekerja selama 25 tahun sebagai direktur sebuah rumah jasa pemakaman di Australia Selatan.

Kevin kembali ke Armidale untuk bergabung di proyek ini. Dia lantas menyebut perkembangan rencana tersebut dalam pembicaraan dengan pemerintah berjalan positif.

“Mereka sangat mendukung, sepanjang lahan pertanian ini memenuhi syarat dari sisi kedalaman tanah, dan masalah geologi air,” ujar dia.

“Kami sudah melihat 87 lokasi pemboran air di dalam radius empat kilometer dari lahan, dan rata-rata kedalaman adalah 15-20 meter, jadi tidak ada masalah di sini,” sambung Kevin.

Menurut Kevin, proyek ini lebih dari sekedar pemakaman alami. “Ini akan menjadi pusat bagi sesuatu yang berguna bagi lingkungan, bagi kehidupan berkelanjutan, dan bagi masyarakat setempat,” tegas dia.

Selain itu, areal pemakaman ini pun nantinya akan menciptakan lapangan kerja. “Sebab dibutuhkan orang yang bertugas menanam dan merawat ribuan pohon,” kata Kevin. (nationalgeographic.co.id, intisari-online.com)

 

SHARE
Comment