Dianggap Nistakan Alquran, Ade Armando Kembali Dipolisikan

Dianggap Nistakan Alquran, Ade Armando Kembali Dipolisikan

SHARE

Publik-News.com – Ade Armando kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Majelis Taklim Nahdlatul Fatah atas dugaan penistaan kitab suci.

“Saya kebetulan selaku pimpinan dari Majelis Taklim Nahdlatul Fatah melaporkan Ade Armando terkait masalah penghinaan dan penistaan terhadap Alquran dan Alhadis,” ujar Salman di Gedung KKP, Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Salman menilai postingan Ade Armando akan membingungkan umat islam. Ade dalam postingannya disebut pelapor, mengisyaratkan hadis tidak akurat dan tidak bisa dipercaya. Padahal Al Quran dan hadis adalah pedoman hidup umat Islam.

“Salahsatunya dia (Ade) katakan bahwa hadis tidak sesuai dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Rasulullah dan juga ada hadis dan Al Quran yang melarang tentang menyambut Tahun Baru dengan cara yang tidak dibenarkan oleh syariat,” kata Salman.

“Itu dianggap sebagai menyusahkan hidup. Jadi kan terkesan bahwa hadis ini dan Alquran ini membuat susah umat Islam. Dalam kacamata umat Islam menganggap hadis dan Al Quran itu sebagai sebuah sumber yang sangat akurat yang sangat terpercaya dan nggak bisa lagi ditolerir,” sambung dia.

Laporan ini diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP TBL/120/2018/Bareskrim tertanggal 8 Januari 2018 atas dugaan melakukan tindak pidana SARA yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 128 UU ITE juncto Pasal 56 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, Ade juga dilaporkan oldh sejumlah murid dan LSM. Para pelapor Ade adalah Ratih Puspa Nusanti dan Hari Damai Lubis, yang mengaku sebagai murid Habib Rizieq dan LSM Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), FPI DPD DKI Jakarta. (IN/PN)

SHARE
Comment