Diduga Main Politik Uang, Vokalis Band Nidji dan 6 Orang Pendukung Ahok...

Diduga Main Politik Uang, Vokalis Band Nidji dan 6 Orang Pendukung Ahok Dipanggil Bawaslu DKI

SHARE

Publik-News.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta memanggil Vokalis band Nidji, Giring Ganesha untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran Pilkada DKI Jakarta.

Selain Giring Ganesha, Bawaslu juga memanggil enam orang pendukung cagub-cawagub nomor urut 3, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat. Sebab, Giring Ganesha dan enam orang pendukung Ahok-Djarot itu dianggap melakukan politik uang pada saat menggelar acara bakti sosial (Baksos) di Kebon Pala, Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (11/3/2017) lalu

Komisioner Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri mengatakan, pemanggilan terhadap Giring dan 6 orang pendukung Ahok-Djarot itu berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang menganggap ada politik uang dalam acara baksos yang diselenggarakan mereka itu.

“Hari ini kita undang beberapa, saya lupa namanya, termasuk hari ini kita undang Giring (Giring Nidji) hari ini, kita tunggu saja nanti sore. Yang jelas kita klarifikasi hari ini ada enam orang yang diundang hari ini, termasuk saksi-saksi, terlapor. Ini dugaan politik uang,” ungkap Jufri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/3/2017).

Untuk diketahui, Tim Reaksi Cepat (TRC ACTA) melayangkan laporan pelanggaran pilkada ke Bawaslu DKI karena mencium aroma politik uang yang dikemas dalam acara bakti sosial (Baksos) di Kebon Pala, Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat 10 Maret kemarin.

“Jadi hari Jumat kemarin itu tim pasangan tim nomor urut dua ada bakti sosial di daerah Kebon Pala, dalam bakti sosial ini juga sempat ada penolakan dari warga karena ada beberapa oknum dari tim nomor dua yang meminta spanduk yang ada di daerah itu,”. (TK)

Comment