Din Syamsuddin: HTI Menampilkan Wajah Islam Indonesia yang Tegas, Santun dan Cerdas

Din Syamsuddin: HTI Menampilkan Wajah Islam Indonesia yang Tegas, Santun dan Cerdas

SHARE

Publik-News.com – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin memuji keberadaan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Din, keberadaan ormas yang berdiri di Indonesia pada 1980 an ini menjadikan gairah dakwah di Indonesia hidup. Keberanian Hizbut Tahrir ini menjadi daya dorong bagi gerakan Islam dan ormas lainnya untuk bersemangat membina umat.

“HTI menampilkan wajah Islam Indonesia yang Tegas, santun dan cerdas,” ujar Din, Selasa (9/5/2017)

Din menambahkan bahwa HTI telah berubah menjadi salah satu organisasi yang diperhitungkan di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari konsistensi HTI dalam menyampaikan ide-idenya di tengah masyarakat.Meski sebagian ide dakwahnya, khususnya mengenai konsep negara, masih terasa asing di Indonesia, HTI terus menyuarakan ide tersebut.

Mereka cukup lihai mengemas ide khilafah ini dalam berbagai bentuk. Selain itu, konsep-konsep yang ditawarkan Hizbut Tahrir pun cukup pas dengan kondisi kekinian yang dihadapi negeri ini.

“Misalnya dalam kasus migas, pornografi dan pornoaksi, intervensi asing, penodaan agama, ketidakadilan dan kezhaliman, liberalisme dan pluralisme,” katanya.

Satu hal lagi, Din menambahkan, ide dan konsep Hizbut Tahrir ini disampaikan dengan santun dan intelek. Kemudian Din menempatkan HTI punya tempat sendiri dalam kacamata pengamat gerakan Islam dan masyarakat.

“Dan saya kira itulah yang sering disampaikan saudara Ismail Yusanto bahwa HTI mengemban dakwahnya tanpa kekerasan, tapi lebih bersifat pemikiran. HTI telah menampilkan wajah Islam pemikir dan konseptual. Maka, ketika radikalisme – dengan makna kekerasan – disematkan pada Islam, HTI sulit atau tidak bisa dimasukkan ke dalamnya,” ucap Din.

Kemudian, menurut dia, secara tidak langsung, keberadaan HTI bisa menjadi salah satu penampakan wajah Islam di Indonesia yang tegas tapi tetap santun dan cerdas. Bisa menghormati orang lain, tapi tetap memegang prinsip.

“Nah, dalam situasi negeri kita seperti sekarang, saya kira ide-ide dan konsep yang ditawarkan oleh HTI patut diperhatikan. Beberapa di antara ide-idenya sama persis dengan ide para tokoh pejuang muslim dan founding father’s negera ini yang belum pernah terwujud,” tutup Din. (HS)

SHARE
Comment