Djarot Akui Era Ahok Kemiskinan Naik Jadi 10.000 orang

Djarot Akui Era Ahok Kemiskinan Naik Jadi 10.000 orang

SHARE

Publik-News.com – Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat mengakui semasa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama tahun 2013-2016 jumlah orang miskin di jakarta bertambah menjadi 10.000 orang.

Hal itu diungkap Djarot dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Tahun 2013—2017 yang dibacakan pada 13 September.

Djarot mengatakan pada tahun 2016 jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan menjadi  385.000 atau sekitar 3,75 persen dari total penduduk Jakarta.

“Mengalami sedikit kenaikan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada 2013, yang antara lain disebabkan oleh perlambatan ekonomi global,” kata dia dalam LKPJ yang dikutip Publik-News.com, Jumat (15/9/2017)

Sementara pada tahun 2013, penduduk miskin mencapai sekitar 375.000 orang. Dalam arti, ada kenaikian sekitar 10.000 orang penduduk miskin.

Sedangkan yang mempengaruhi komoditas kemiskinan itu dari beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam hingga mie instan.

Untuk mengatasinya, Djarot menyebut Pemprov DKI menyediakan program Kartu Jakarta Pintar, Bantuan Iuran BPSJ, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul dan subsidi pangan dan transportasi gratis bagi pemegang KJP

Program lainnya berupa bantuan sarana-prasarana bagi PKL binaan dan penciptaan lapangan kerja padat karya melalui rekrutmen PPSU. (Fq)

 

Comment