Dosen Gabung HTI, Menristekdikti Panggil Rektor Se-Indonesia

Dosen Gabung HTI, Menristekdikti Panggil Rektor Se-Indonesia

SHARE

Publik-News.com – Menristekdikti, M Nasir mengaku akan mengumpulkan rektor se-Indonesia untuk membahas adanya keterkaitan dosen dan pegawai yang bergabung dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Saya akan mengumpulkan rektor seluruh Indonesia pada tanggal 26. Akan memberitahukan juga, dosen dan pegawai yang terlibat HTI harus mengikuti PP 53 tahun 2010. Sudah sangat jelas,” ujar Nasir usai menghadiri pembukaan Kongres IX Pancasila di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Sabtu (22/7/2017).

Dalam PP  53 tahun 2010 itu, kata Nasir, disebutkan dengan jelas jika PNS harus setia pada NKRI dan pancasila. Belum lagi, HTI sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Nasir memberikan dua pilihan bagi dosen dan pegawai yang tidak mau mematuhi PP  53 tahun 2010 itu.

“Silakan dia keluar dari HTI, tidak mengikuti kegiatan HTI, bergabung dengan Pemerintah dalam hal ini sebagai PNS. Kalau tetap ingin bergabung dengan itu (HTI) maka dia harus kelur dari PNS. Nanti saya akan usulkan itu. Karena apa, karena dia (PNS) bagian dari negara. Ini penting,” tegasnya.
“Dia (rektor, pembantu rektor, dan dekan) yang mengawasi setiap hari, aktivitasnya bagaimana. Dia harus menghilangkan aktivitas-aktivitas yang selama ini menuju ke sana. Itu yang penting,” imbuhnya.

Untuk perguruan tinggi swasta, Nasir mengaku akan membuat regulasi yang sama.  “Swasta dengan Kopertis, harus sama. Swasta bagaimana kita buat model yang baru, model yang berbeda, mungkin regulasinya. Kalau tidak loyal kepada negara, bagaimana dia,” ujar Nasir. (Fq)

 

SHARE
Comment