Dosen Unair Diminta Isi Surat Pernyataan Keluar Dari HTI

Dosen Unair Diminta Isi Surat Pernyataan Keluar Dari HTI

SHARE

Publik-News.com – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan dua pilihn  bagi para dosen dan pegawainya yang masih menjadi anggota ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pertama, mengisi surat pernyataan untuk keluar sebagai anggota HTI. Namun, jika tak setuju, dosen atau pegawai itu akan dikeluarkan dari kampus.

“Jika tidak mau mengisi surat pernyataan itu, maka otomatis yang bersangkutan harus keluar dari Unair,” kata Rektor Unair Prof M Nasih usai pengukuhan mahasiswa baru di Surabaya, Rabu, (2/8/2017)

Menurutnya, surat pernyataan itu semacam pakta integritas yang harus diisi oleh semua dosen dan pegawai.

“Surat pernyataan ini untuk semua dosen dan pegawai. Kami sudah siapkan, kita sudah intruksikan. Kami sudah memanggil dan menayakan kepada yang bersangkutan siapa saja dosen yang ikut. Ada beberapa yang teridentifikasi, tapi hanya ikut mengaji, setelah sibuk dengan kegiatan lain mereka disuruh keluar karena kesibukan itu,” tutur dia.

Ia mengaku baru ada satu dosen yang terlibat di dalam HTI, di luar ia belum mengetahuinya. “Sepanjang ada buktinya, pasti kami tegur. Tapi ini belum ada bukti, jadi bagaimana bisa menindak,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya tidak akan segan mengeluarkan mahasiswa yang terlibat dalam organisasi radikal.

“Mereka sudah janji untuk setia pada Pancasila. Kita terlebih dulu akan memanggil, meminta klarifikasi apakah benar atau tidak ikut organisasi seperti itu. Harus ada bukti nyata kalau memang mereka punya niatan untuk itu,” kata dia.(Fq)

 

SHARE
Comment