DPD DKI Demokrat Tunggu Keputusan dari Majelis Tinggi Soal Cagub DKI

DPD DKI Demokrat Tunggu Keputusan dari Majelis Tinggi Soal Cagub DKI

SHARE

Publik-News.com – Partai Demokrat masih belum menentukan nama calon Gubernur DKI untuk Pilkada DKI 2017 mendatang. Namun, DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta sudah menyerahkakan delapan nama bakal calon kepada DPP.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Anis Fauzan mengatakan, keputusan mengeluarkan nama Cagub adalah Majelis Tinggi Demokrat. Maka dari itu, Anis mengaku belum mengetahui secara pasti siapa nama bakal cagub dari delapan orang itu yang positif diusung partainya.

“Yang menentukan kan Majelis Tinggi. Kita sudah menyerahkan delapan nama ke DPP. Jadi kami belum tahu siapa di antara delapan orang itu yang bakal diusung,” ujar Anis saat dihubungi Publik-News.com, Sabtu (20/8/2016).

Menurut Anis, delapan nama bakal cagub untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan DKI, itu diantaranya adalah Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Unu, Hasnaeni (wanita emas). Mereka ini sudah mengikuti penjaringan.

Tapi, tambah Anis, masih ada dua nama bakal cagub lain yang menjadi perhatian DPD Demokrat. Mereka adalah Rizal Ramli dan Tri Rismaharini alias Risma. Kedua orang ini tidak mengikuti penjaringan.

Menurut Anis, ke delapan nama yang disodorkan ke DPP tersebut karena popularitas dan elektabilitas mereka relatif cukup tinggi dan berpotensi dapat mengalahkan calon incumbent Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Kalu dari delapan orang itu posisi pak Yusril adalah paling tinggi setelah ahok. Waktu kami survei masih diangka 18 persen. Pokoknya nomor 2 setelah Ahok,” katanya.

Kenapa Demokrat tidak ingin mendukung Ahok, Anis mengatakan, personality Ahok tidak sesuai dengan platform partainya, yang mengedepankan kesantunan dan kecerdasan. Anis mengaku selalu meyakinkan kepad kolega dan sahabat-sahabanya untuk tidak mendukung Ahok.

“Selama ini kita meyakinkan sesama kawan bahwa kami tidak berkeinginan mendukung ahok karena personality Ahok ini tdak sesuai dengan platform partai demokrat, yang santun, cerdas. Jadi personolity Ahok di luar Demokrat,” katanya.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment