DPR Bakal Voting Poin Krusial RUU Pemilu

DPR Bakal Voting Poin Krusial RUU Pemilu

SHARE

Publik-News.com – Keputusan melalui voting akan diambil oleh DPR untuk memutuskan poin krusial dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

“Kita sudah siapkan sistem voting yang paling efektif, yaitu kita bikin satu lembar kertas suara yang di situ ada empat isu, harus dipilih a, b, a, b,” kata Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy saat dikonfirmasi, Kamis (18/5/2017).

Poin krusial itu terdiri dari ambang batas keterwakilan partai politik di parlemen (parliamentary threshold), ambang batas partai politik dapat mencalonkan presiden (presidential threshold), sistem pemilu dan metode konversi suara.

Untuk parliamentary threshold, terdapat tiga pilihan, yakni ambang minimal angka 3,5 persen, 5 persen, dan 7 persen. Artinya, partai politik dapat menempatkan wakil-wakilnya di DPR ketika memperoleh 3,5 persen, 5 persen, atau 7 persen kursi dalam pemilu

Kemudian, untuk presidential threshold  pilihannya adalah 0 persen atau 20 persen dari hasil pemilu sebelumnya. Artinya, partai politik dapat mencalonkan presiden atau wakil presiden  sedikitnya mendapatkan  20 persen suara nasional dalam pemilu. Atau pilihan lainnya, mencalonkan presiden atau wakil presiden tak syarat perolehan minimal suara atau nol persen suara.

Sementara untuk sistem pemilu ada dua pilihan yang akan divoting, yakni sistem terbuka dan sistem terbuka terbatas.

“Saya termasuk yang melobi bahwa daripada kita voting, gimana kalau kita terbuka terbatas saja. Kan, sama-sama terbuka sebetulnya juga,” ujarnya.

Mengenai metode konversi suara diberi dua pilihan, yaitu metodesainte lague modifikasi dan sebagian lagi kouta hare. “Itu semua (pilihan) sudah kita masukan ke amplop, jadi enggak ada perdebatan. Saatnya ambil keputusan kita buka amplopnya, lalu voting,” kata Lukman.(Fq)

SHARE
Comment