DPR dan Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus Pada PNRI

DPR dan Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus Pada PNRI

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir mengaku berkomitmen bahwa untuk memberikan perhatian agar pengajuan kenaikan anggaran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada RAPBNP 2017 menjadi perhatian khusus DPR.

“Tapi ketika kita ingin meningkatkan anggaran PNRI prestasi kerja yang dicapai akan seperti apa. Target capaiannya harus jelas. Sehingga masyarakat mendapat dampak positif dari RKAKL PNRI di tahun mendatang,” kata Dony di kompleks Gedung DPR RI.

Untuk diketehaui, PNRI pada RAPBN 2017 mendapat anggaran sebesar Rp 563 miliar, dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,874 triliun, sehingga ada kekurangan anggaran Rp 1,310 triliun.

Menurut Dony, jika nantinya anggaran PNRI dianaikkan perlu ada perubahan revolusioner sehingga perpustakaan betul-betul digemari masyarakat, minat baca meningkat, dan profesi pustakawan menjadi profesi dambaan. Apalagi, dibanding negara lain, minat baca masyarakat masih rendah.

“Ini menjadi salah satu tugas besar PNRI. Pemerintah dan DPR harus peduli untuk memberikan perhatian kepada PNRI, dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran RPJMN 2014-2019. Yakni meningkatkan budaya membaca dan minat membaca masyarakat, serta literasi membaca,” katanya.

Lebih lanjut, Dony menambahkan bahwa dirinya mencermati bahwa pelayanan perpustakaan di daerah sangat minim. Perpustakaan harus sosialisasi mengenai fungsinya. Ironisnya, kepala perpustakaan di daerah ditempati oleh ‘orang buangan’, yang dikhawatirkan ini akan berdampak pada pelayanan perpustakaan. Mestinya, layanan perpustakaan harus lebih baik lagi dari sisi fasilitasnya, koleksi bukunya bisa bertambah dan variatif, termasuk meningkatkan aksesibiltas masyarakat yang belum terkoneksi internet.

“Perpusatakaan harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk itulah dibutuhkan program yang bagus dan anggaran yang memadai. Dengan anggaran yang memadai, sehingga target dapat tercapai,” tambah politisi dari Fraksi PPP itu.

Dalam kesempatan itu, Dony menyarankan perlu banyak tambahan pustakawan dan pengelola pustaka. Pasalnya jumlah pustakawan semakin berkurang, termasuk minat masyarakat untuk masuk ke jurusan Pustaka di perguruan tinggi, juga rendah.

“Ini harus ada upaya yang lebih optimal dari Pemerintah khusus dari PNRI, bagaimana mengatasi minat baca, budaya membaca, sarana, pelayanan, koleksinya, hingga pengelolanya,” katanya.

(Hurri Rauf)

Comment