DPR Desak Panglima TNI Tindak Tegas Anak Buahnya Aniaya Wartawan di Madiun

DPR Desak Panglima TNI Tindak Tegas Anak Buahnya Aniaya Wartawan di Madiun

SHARE

Publik-News.com – Penganiayaan wartawan salah satu media nasional Soni Misdianto oleh oknum aparat TNI di Madiun, mengundang simpati anggota komisi I DPR. Pasalnya, wartawan yang tengah bertugas melakukan peliputan berita justru menjadi korban kekerasan yang tak seharusnya dilakukan aparat TNI.

Anggota komisi I DPR Ahmad Muzanni mengecam tindakan aparat terkait. Ia mendesak panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo segera menindak tegas anak buahnya tersebut.

“Panglima TNI harus memberi sanksi anggotanya yang bersalah. Anggota TNI harus diingatkan tugasnya menjaga negara. Jangan ada suasana bisa bertindak semaunya,” ujar Muzanni di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Sekjend DPP Gerindra ini menyayangkan di Indonesia masih ada aparat yang bertindak anarkisme. Seharusnya, kata dia, tidak ada lagi pengulangan kesalahan yang beberapa kali sebelumnya sudah terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, Muzanni meminta aparat hukum tidak pandang bulu untuk menjatuhkan sanksi kepada aparat yang tidak taat kepada aturan dengan melakukan tindakan kekerasan. Apalagi, kata dia, menyasar seorang wartawan yang memiliki andil dalam mentransformasikan informasi kepada masayarakat.

“Ini persoalan berulang. Ada satu kelompok masyarakat merasa dirinya perkasa. Ada kelompok yang tidak berdaya. Yang merasa kemudian berlaku lebih superior,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak menejemen Net TV melaporkan anggota TNI penganiaya wartawan salah satu media nasional Soni Misdianto yang bekerja sebagai kontributor di perusahaannya, ke markas Detasemen Polisi Militer Madiun, Jawa Timur, Minggu (2/10/2016). Dalam pelaporannya, Soni menjadi sasaran kekerasan aparat saat melakukan peliputan konvoi organisasi silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) saat perayaan malam 1 Syuro di Madiun. (Ahmad)

Comment