Dramatisasi Demoralisasi Amien Rais

Dramatisasi Demoralisasi Amien Rais

SHARE

Memblow up ungkapan Siti Fadila S (mantan Menkes, narapidana korupsi alkes) yang menyatakan bahwa aliran dana sebesar Rp. 600 juta masuk ke Amien Rais (AR) merupakan bagian dari siasat kelompok kepentingan tertentu untuk demoralisasi tokoh utama reformasi itu.

Kelompok kepentingan itu terkesan memaksakan kehendak agar KPK segera periksa AR. Sungguh aneh.

Saya menduga fenomena dramatisasi untuk demoralisasi AR itu merupakan bagian tak terpisahkan dari posisi AR yang sangat jelas dalam perkubuan politik akhir-akhir ini, termasuk dalam proses-proses pemenangan Anies-Sandi dalam pilgub DKI Jakarta.

AR sangat jelas berada dan bergerak untuk sang pemenang itu, satu kubu dengan Prabowo Subianto. AR pula dikenal sangat kritis terhadap kepemimpinan dan sikap politik serta sebagian kebijakan Jokowi, sehingga rupanya menjadikan sebagian barisan pendukung yang tidak suka AR yang kemudian memperoleh ruang untuk melakukan demoralisasi saat Siti Fadila S menyebut nama AR dalam persidangan di pengadilan Tipikor.

Cara-cara seperti itu sungguh memalukan yang bisa dikatakan sangat rendah derajat peradaban politiknya. Dan anehnya juga sebagian kuli tinta dengan begitu vulgar mengangkatnya sebagai head line berita.

Ya..sebagian warga bangsa ini tentu sudah faham kalau sebagian media pun sudah merupakan bagian dari gerbong politik kelompok kepentingan di negeri ini.

Saya yakin, ketika kelompok kepentingan sadar betul bahwa datanya sangat-sangat lemah untuk jadikan AR masuk dalam daftar KPK. Karena itu memang bukan target mereka.

Targetnya sudah pasti lebih untuk mengendorkan sikap kritis dan gerakan politik AR. Tapi saya pun sangat yakin Pak AR tak akan terpengaruh dengan berita-berita itu, dan akan terus bergerak di jalur kebenaran untuk perbaiki kondisi pengelolaan bangsa ini.

Para warga bangsa ini tentu saja sudah kian dewasa, tak akan terpengaruh dengan intrik-intrik kelompok politik kepentingan yang mungkin saja hanya sebagai pemanfaat era produk sejarah AR ini.
Oleh: Lode Ida

SHARE