Fadli Minta Luhut Tak Usah Ikut Campur Soal Mobil Esemka

Fadli Minta Luhut Tak Usah Ikut Campur Soal Mobil Esemka

SHARE

Publik-News.com – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sempat menyindir Presiden Jokowi agar menggunakan mobil Esemka sebagai mobil dinas. Menyusul, Mobil Kepresidenan yang digunakan Jokowi yaitu Mercedes-Benz S600 Guard, beberapa kali mogok.

Pihak pemerintah, melalui Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi santai dan menganggap usulan politisi Gerindra itu tidak masuk standart khusus mobil untuk Presiden.

“Jangan suruh presiden naik, nanti kita sudah pilih-pilih gara-gara Esemka blong lagi remnya,” kata Luhut sambil tersenyum.

Namun, meski ada tanggapan dari Luhut, Fadli kembali mengingatkan janji Jokowi ketika menjadi wali kota solo yang akan menjadikan Esemka sebagai mobil nasinoal.

“Pak Jokowi itu kan awalnya justru dikenal karena Esemka. Kalau saya masih ingat waktu itu, awal 2012, justru Pak Jokowi mempromosikan Esemka, kemudian memakai Esemka jadi mobil dinas di Solo, kemudian ingin menjadikan Esemka jadi mobil nasional,” kata Fadli Zon , Jumat (24/3/2017).

Fadli menganggap saat ini waktu yang tepat untuk merealisakan janji Jokowi. Sebab, lanjut Fadli, apabila janji itu  tidak direalisasikan berarti Jokowi hanya menggunakan politik pencitraan.

“Dan inilah, menurut saya, sudah separuh jalan, pada April mendatang kan Pak Jokowi sudah separuh jalan, untuk menjadikan Esemka menjadi mobil nasional. Jadi, kalau Pak Jokowi waktu itu bukan pencitraan, ya sekarang waktunya, bukan 20 tahun lagi,” ujar Fadli.

Fadli kemudian menanggapi pernyataan Luhut yang dianggap tidak perlu direspon. Menurut Fadli, semua kebijakan untuk jadikan Esemka sebagai mobil kepresidenan hanya ditentukan oleh Jokowi.

“Ya mungkin harus ditanyakan dulu ke Pak Jokowi-nya, apakah optimis atau pesimis soal Esemka. Kan bulan April sudah separuh jalan, sekarang waktunya kalau mau menjadikan mobil nasional. Kalau tidak sekarang, kapan lagi Esemka jadi mobil nasional,” ucap Fadli.(Fq)

 

SHARE
Comment