Fahri Hamzah Ulas Tuntas Manuver Politik KPK

Fahri Hamzah Ulas Tuntas Manuver Politik KPK

SHARE

Publik-News.com – Pemberlakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el, Setya Novanto, membuat Fahri Hamzah geram. Menurut sang Wakil Ketua DPR RI, KPK melakukan manuver politik dan menyebabkan kegaduhan.

Menurut Fahri, sudah banyak korban manuver politik KPK yang berjatuhan. Dia mencontohkan jatuhnya Anas Urbaningrum dan Lutfi Hasan Ishaq karena manuver politik KPK. Dua nama itu kini hidup dalam jeruji besi karena dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Pernyataan Fahri tentang manover politik KPK itu dia ulas melalui akun [email protected] Berikut cuitan dia selengkapnya.

Saya berada di tengah politik yang bergoncang, maka jika pun tidak semua, sedikit banyak saya paham.

Ijinkan saya menulis soal dua sahabat saya yang tumbang di jalan. Dari kursi ketua umum partai.

Pertama Anas Urbaningrum yang sekarang mendekam dalam penjara. Dicopot dari ketum Partai Demokrat.

Anas adalah politisi muda yang cemerlang. Mantan ketua umum HMI yang yang gemilang. Saya kenal sejak muda.

Rutenya menuju kursi panas cepat sekali. Maafkan saya menyebutnya demikian. Sebab memang panas.

Dari KPU masuk partai, masuk DPR dan lalu menjadi ketua umum sambil mengundurkan diri dari anggota DPR

Waktu mundur jadi ketua umum saya anggap dia hebat luar biasa. Tahu meletakkan diri supaya tidak konflik kepentingan.

Bagaimanapun dia memimpin partai pemenang pemilu dan berkuasa dalam pemerintahan. Mundur adalah baik dan benar.

Tapi politik tak membuatnya langgeng, konflik membuatnya harus pecah dan terbelah. Sebuah siasat menjatuhkannya berjalan.

Adalah Nazaruddin yang dipakai menjatuhkannya. Nazar memang rawan, saya tahu sejak awal.

Nazar ini ingin membeli semua orang. Dengan alasan sebagai partai penguasa dia peras semua orang.

Dan KPK seperti jumpa mitra untuk menghancurkan semua orang. Nazar disuruh bernyanyi lagu tentang Anas

Keluarlah semua semua karangan dan KPK segera bereaksi, politisi muda itu ditumbangkan. Entahlah oleh apa.

Tidak ada kesaksian yang secara materiil menyebutkan AU melakukan pidana dengan 2 alat bukti. Tidak ada.

Tapi nyanyian nazar merdu sekali, sebagai bendahara umum dia hanya menyanyi tentang ketum, sekum, dll tidak.

Saya terpukul suatu hari diundang oleh isteri beliau berjumpa mertua sang kyai besar. Pesantren besar.

Tanah pesantren diberi garis polisi, seolah pesantren tua itu hasil korupsi. Saya minta doa pak kyai bagi kami yang muda.

Kyai Attabik menghadiahi saya 2 kamus bahasa Arab yang besar. “Allah maha adil”. Bismillah.

Saya tak pernah berjumpa Anas lagi. Tapi kerinduan selalu datang tentang anak muda muslim yang jadi pemimpin.

Anak muda seperti Anas dibuat secara susah payah. Ditempa sejak muda dalam LK dan kompetisi yang ketat.

Sekarang, kasusnya tidak jelas. Tapi KPK tetap mau memakai Nazar untuk mematikan lawan-lawannya, ada apa?

Ada banyak yang saya tidak katakan tetapi semoga tak perlu dikatakan. Agar semua sadar dan bertaubatlah.

Demikianlah.

Sosok ketua umum kedua, kami di PKS menyebutnya Ustadz, karena Luthfi Hasan Ishaq memang anak pesantren.

Waktu beliau ditangkap, beliau sedang memimpin rapat. Seharian penuh tidak bisa menelepon siapapun.

Tapi Fatonah memakai namanya untuk meminta uang kepada seorang importir daging. Uang itu tak pernah sampai.

KPK memaksa Fatonah mengakui bahwa uang itu untuk LHI tapi tidak mau mengakuinya. Hampir 24 jam KPK tak ketemu alasan.

Akhirnya KPK memaksa sopir Fatonah mengakui. Sesuatu yang tidak berhubungan. Jadilah ia tersangka.

Saya tidak ada di Jakarta saat LHI dijemput dengan bentakan-bentakan penyidik yang menciutkan nyali. Darahku mendidih.

Aku pulang dari Manila, aku menangis mendengar pidato Anis Matta, presiden baru PKS. Segera dilantik atasi krisis.

Dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa ia mencintai LHI, dan ia ingin LHI mengetahui bahwa ia mencintainya.

Dengan kalimat itu semangat persatuan kami kembali, ALHAMDULILLAH partai terkonsolidasi dan PKS tidak jatuh.

Meski pemilu hanya hitungan 4 bulan lagi saat LHI divonis tapi PKS berhasil bertahan. Persatuan membuahkan hasil.

Apa salah LHI tidak terlalu jelas dan memang tidak penting buat KPK. Sebab mempermalukan politisi adalah yang utama.

Bayangkan saja, mantra yang dipakai adakah “skandal daging berjenggot” padahal tidak se-sen pun kerugian negara.

Tidak ada satu pemberi ijin Import pun terlibat bagaimana dia menjadi skandal Import?

Tapi 75 orang diperiksa dan KPK menciptakan orkestra siang malam. Ramai luar biasa.

Itulah dua anak bangsa, aktifis Islam yang dihancurkan hidupnya oleh KPK. Tanpa jelas apa salahnya.

Tapi itulah cara bangsa kita saling melukai… sebab nanti pimpinan KPK juga akan jatuh sebagaimana yg lalu.

Korban manuver KPK sudah banyak dan saya tidak tahu ini untuk kepuasan siapa?

Saya hanya berdoa agar permainan ini berhentilah. Tidak ada untungnya bagi bangsa kita.

Mari kita tutup dengan salawat ajaran KH Abdullah Syafi’i , agar kita terhindar dari bencana orang zalim: https://t.co/TnDZ50Fnnx. (HR/PN)

Comment