Fahri Murka KPK Bocorkan Namanya Dalam Kasus Pajak

Fahri Murka KPK Bocorkan Namanya Dalam Kasus Pajak

SHARE

Publik-News.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku geram dengan langkah KPK yang membuka bukti percakapan terkait kasus pajak yang menyebut nama dirinya.

Fahri menuding KPK sengaja membuka bukti percakapan antara Kasubdit Direktorat Penegakan Hukum pada Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno dengan ajudan Dirjen Pajak.

“Saya enggak akan mau cari tahu, karena menurut saya pembocoran ini tidak dilakukan Dirjen pajak tapi dilakukan oleh KPK. Harusnya kalau dia tahu rahasia bukan domainnya KPK ya jangan dibuka dong,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/3).

Fahri menegaksan selalu membayar pajak dengan tepat waktu. Fahri membantah jika dirinya terlibat dalam kasus pajak seperti yang disebutkan Handang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus suap PT EK Prima Ekspor Indonesia dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair.

“Kalau soal pajaknya saya enggak mau bicara. Insya Allah saya adalah pembayar pajak yamg baik, dan bersih tidak pernah ada masalah,” tegas dia.

Fahri kemudian mencontohkan kasus e-KTP yang diusut KPK. Penyelidikannya sudah 3 tahun lalu, sementara baru diusut saat ini dengan menyebut nama beberapa anggota DPR. Sedangkan aktor utama dari pengadaan proyek tersebut disembunyikan.

“Kayak kasus e-KTP ini bagaimana coba caranya? Katanya penyidikan sudah tiga tahun, uang yang beredar ke DPR dalam dakwaan periode lalu September, tapi dihajar sekarang. Dibuka seolah-olah kita lagi maling-maling di DPR, tapi yang terima uang disembunyikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam persidangan kasus suap PT EK Prima Ekspor Indonesia dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair,  jaksa KPK, Takdir Suhan, bertanya kepada saksi Handang Soekarno apakah ada percakapan dengan Andreas alias Gondres

Jaksa kemudian menunjukkan bukti berupa percakapan itu dengan berisi beberapa nama, di antaranya Eggi Sudjana, Fadli Zon, Fahri Hamzah.

“Ada komunikasi whatsapp tanggal 7 November 2016. Di sini ada nama Eggi Sudjana, Fadli Zon, Fahri Hamzah, ini apa kaitannya Pak Gondres kirim ke Handang?” Tanya jaksa.

Namun Hendang mengaku lupa dengan isi percakapan itu. Jaksa tetap bersikukuh jika percakapan itu merupakan bukti awal dari adanya masalah pajak yang dilakukan dua pimpinan DPR itu. (Fq)

SHARE
Comment